Ahad 29 Oct 2023 18:40 WIB

6 Penambang Emas yang Dibunuh Teroris KKB Papua adalah Warga Pendatang

Aparat meyakini pelaku pembunuhan penambang emas KKB Egianus Kogeya

Rep: Bambang Naroyono/ Red: Nashih Nashrullah
Pembunuhan (Ilustrasi). Aparat meyakini pelaku pembunuhan penambang emas KKB Egianus Kogeya
Foto: pixabay
Pembunuhan (Ilustrasi). Aparat meyakini pelaku pembunuhan penambang emas KKB Egianus Kogeya

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA — Enam jenazah penambang emas tradisional di Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan yang dibunuh kelompok separatisme bersenjata berhasil teridentifikasi. 

Enam warga sipil tersebut diketahui adalah warga pendatang. Aparat keamanan meyakini enam warga tersebut dibunuh gembong bersenjata Papua Merdeka yang dipimpin Egianus Kogeya.

Baca Juga

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua, Komisaris Besar (Kombes) Ignatius Benny Prabowo, mengatakan dari hasil identifikasi jenazah, empat nama sudah diketahui identitasnya. 

“Dari enam jenazah yang dilakukan identifikasi, masih tersisa dua nama yang belum diketahui asalnya,” begitu kata Kombes Benny dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Ahad (29/10/2023). Dua jenazah tersebut, atas nama Ibrahim, dan Rangga. 

 

“Untuk keduanya (Ibrahim dan Rangga) hanya diketahui nama panggilannya saja, karena tidak ditemukan identitias KTP pada jenazah,” begitu kata Kombes Benny. Adapun empat jenazah lainnya yakni atas nama Oktavianus Lenteng alias Boplang usia 25 tahun asal Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Jenazah lainnya atas nama Marselinus Luik (34 tahun), asal Netenaen Rote Ndao-NTT, dan Akmal (23) asal Pinrang-Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Andika (27), asal Koloka Utara-Sulsel.

Kasatgas Humas Damai Cartenz 2023, AKBP Bayu Suseno, menerangkan kondisi jenazah saat ditemukan sudah dalam keadaan memprihatinkan. 

Bahkan sebelum dilakukan autopsi dan visum, fisik jenazah yang ditemukan di kawasan pertambangan emas tradisional tersebut, ada yang dalam keadaan terbakar. “Keenam jenazah yang ditemukan ini dalam keadaan sangat mengenaskan. Karena sudah membusuk, dan ada yang kondisinya dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),” begitu ujar AKBP Bayu.

Setelah dilakukan identifikasi, visum, dan autopsi di rumah sakit, enam jenazah tersebut sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. 

AKBP Bayu memastikan, akan tetap melakukan pengejaran, dan penindakan hukum terhadap kelompok separatisme yang melakukan aksi penyerangan sepihak terhadap warga sipil di Papua. 

“Kami bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), akan melakukan pengejaran, dan penindakan hukum terhadap KKB ini,” begitu sambung AKBP Bayu.

Enam jenazah yang teridentifikasi tersebut, sebetulnya temuan baru dari penyisiran wilayah Kali I di Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pekan lalu. 

Penyisiran tersebut dilakukan oleh pasukan gabungan TNI-Polri pascaserangan kelompok separatisme bersenjata Papua Merdeka pada pertengahan Oktober 2023. 

Dari penyerangan tersebut, semula tujuh warga penambang emas tradisional ditemukan meninggal dunia. 

Baca juga: Alquran Bolehkan Nepotisme dari Kisah Nabi Musa Tunjuk Nabi Harun Asisten? Ini Kata Pakar

Personel gabungan TNI-Polri, pun sempat melakukan kontak senjata dengan kelompok separatisme pada Selasa (17/10/2023) saat melakukan evakuasi tujuh jenazah, dan 11 penambang emas yang selamat. 

Sepekan setelah proses evakuasi para penambang yang selamat tersebut, sejumlah warga kembali melaporkan anggota keluarganya yang belum kembali dari kawasan pertambangan emas tradisional tersebut. 

Akhir pekan lalu, penyisiran lebih luas di kawasan Kali I, berhasil ditemukan enam jenazah. Dengan temuan tersebut, jumlah korban meninggal dunia atas serangan KKB tersebut berjumlah 13 orang.  

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement