Jumat 20 Oct 2023 20:27 WIB

Pemkot Bandung Siap Resmikan Kolam Retensi Rancasari

Pemkot Bandung siap meresmikan Kolam Retensi Rancasari untuk cegah banjir.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Bilal Ramadhan
Warga menikmati suasana kolam retensi. Pemkot Bandung siap meresmikan Kolam Retensi Rancasari untuk cegah banjir.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Warga menikmati suasana kolam retensi. Pemkot Bandung siap meresmikan Kolam Retensi Rancasari untuk cegah banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Dalam waktu dekat Pemerintah Kota Bandung akan meresmikan kolam retensi di kawasan Rancasari, tepatnya di tengah Perumahan Bandung Inten Indah. Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna secara langsung meninjau persiapan peresmian kolam retensi tersebut.

“Saya lihat kondisinya cukup layak. Tanggal 26 Oktober nanti kami akan usulkan kepada Pak Wali Kota untuk diresmikan,” ujar Ema di sela-sela tinjauannya, Jumat (20/10/2023).

Baca Juga

Dia menyebut, kolam retensi dengan kapasitas 1.600 meter kubik ini ditujukan sebagai upaya antisipasi Pemkot Bandung dalam menghadapi musim penghujan yang diprediksi memuncak pada November mendatang. Rancasari sendiri, kata dia, merupakan satu dari sejumlah wilayah di Kota Bandung yang langganan banjir. 

“Memang belum menyelesaikan semua. Tetapi, saya rasa dengan jumlah tersebut, ancaman banjir di kawasan ini dapat diminimalisir,” sambungnya.

Sebelumnya, Pemkot Bandung juga telah menggelar acara Mapag Hujan sebagai upaya membersihkan saluran air dan titik-titik yang menjadi potensi titik banjir saat musim hujan tiba. Ema juga mengaku terus mendorong kewilayahan di Kota Bandung untuk sama-sama menangani sampah secara mandiri.

Ia mengapresiasi capaian Kecamatan Rancasari yang terus berproses dalam upaya penanganan sampah mandiri ini. Sementara itu, Camat Rancasari, Hamdani menjelaskan, beberapa upaya penanganan sampah mandiri telah dilakukan di wilayahnya.

Selain membentuk satgas darurat sampah dan mengeluarkan surat edaran penanganan sampah, Kecamatan Rancasari juga rutin meningkatkan sosialisasi penanganan sampah mulai dari level rumah tangga. Nantinya, masyarakat diharapkan dapat memilah sampah dan menangani secara mandiri, setidaknya di level kewilayahan.

“Beberapa upaya lainnya yaitu melakukan patroli kebersihan rutin, dan melakukan penegakan aturan K3 terkait pembakaran sampah yang dilakukan masyarakat,” ucap Hamdani.

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, Pemkot Bandung telah melakukan berbagai kegiatan untuk memitigasi banjir di Kota Bandung. Dari data jumlah titik banjir di Kota Bandung terus menurun dari tahun ke tahun.

"Saya dapat laporan dari Bapelitbang Kota Bandung bahwa tahun 2020 area banjir atau titik banjir kita itu ada 21, nah tahun 2023 hanya tinggal 7," kata Bambang saat memimpin Rapat Koordinasi Menjelang Musim Penghujan (Mapag Hujan) di Ciko Arena 5 Kelurahan Maleer Kecamatan Batununggal.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, Mapag Hujan akan difokuskan dengan bebersih sungai dan saluran air. Hal ini merupakan upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan tiba. 

Apalagi kondisi sungai dan saluran air hampir sebagian besar telah dipenuhi sedimentasi dan sampah. Ia menyebut, Mapag Hujan akan digelar satu bulan penuh pada Oktober 2023 dan dilaksanakan paralel di 30 kecamatan di Kota Bandung.

"Kita harapkan sampai akhir Oktober intensif karena November sudah memasuki musim penghujan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement