Rabu 18 Oct 2023 07:37 WIB

Prasangka Baik Kunci Kebahagiaan Keluarga

Prasangka baik menjaga ketenangan jiwa.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi menjaga ketenangan jiwa.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi menjaga ketenangan jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu penyebab terjadinya pertengkaran di dalam rumah tangga adalah karena kerap berprasangka buruk (su'udzan) terhadap pasangan. Bahkan, banyak hubungan pernikahan berakhir dengan perceraian karena hal tersebut. Lalu bagaimana agar hubungan suami terhindar dari prasangka buruk? 

Bila ingin hidup bahagia dengan pasangan, langkah awalnya adalah harus mempunyai prasangka baik (husnudzan). Bila suami istri membangun fondasi keluarga dengan berprasangka baik, artinya suami berprasangka baik pada istrinya begitu juga sebaliknya istri berprasangka baik pada suaminya, kebaikan suami atau istri akan terlihat besar dan kejelekan atau kesalahan suami atau istri akan terlihat kecil karena atas dasar prasangka baik. 

Baca Juga

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ ۚ فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

“Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.” (An Nisa: 19)

 

Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Al Hujurat: 12)

Sebaliknya, bila rumah tangga dibangun dengan prasangka buruk, kebaikan suami atau istri akan terlihat kecil, dan kejelekan suami atau istri menjadi terlihat besar. Karena itu, jangan sampai cinta (mahanbah) dan prasangka baik (husnudzan) sebagai fondasi keluarga berkurang. Maka hindari hal-hal yang berpotensi memunculkan prasangka buruk terhadap pasangan.  

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement