Selasa 10 Oct 2023 18:52 WIB

JK Bantah Dukung Anies, Pilih Netral pada Pilpres 2024

Dibanding Anies, JK mengaku berbicara lebih lama dengan Pak Prabowo dan timnya.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Erik Purnama Putra
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 M Jusuf Kalla (JK) bersama bacapres Koalisi Perubahan, Anies Rasyid Baswedan dan Jubir Sudirman Said.
Foto: Antara
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 M Jusuf Kalla (JK) bersama bacapres Koalisi Perubahan, Anies Rasyid Baswedan dan Jubir Sudirman Said.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil presiden ke-10 dan ke-12 M Jusuf Kalla (JK) menegaskan tidak ikut dalam dukung-mendukung bakal calon presiden (bacapres) pada Pemilu 2024. Dia perlu mengklarifikasi hal itu karena dikaitkan mendukung capres Koalisi Perubahan, Anies Rasyid Baswedan.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya dalam posisi tidak ikut langsung. Artinya menjaga bagaimana negeri ini utuh," ujar JK dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Baca Juga

Saat kembali ditanya tentang kedekatan terhadap sosok Anies, JK langsung menjawab tegas. "Sama sekali tidak (terlibat kampanye)," ucap mantan ketua umum DPP Partai Golkar tersebut.

JK menyampaikan, memang berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait kondisi perpolitikan nasional. Tetapi, komunikasi ia lakukan tidak hanya ke satu kubu saja, juga ke semua kandidat.

 

Karena itu, ia membantah telah mendukung Anies. "Saya berbicara, baik Anies, Puan, maupun Pak Prabowo. Bahkan lebih lama sama Pak Prabowo dengan timnya. Itu agar bagaimana agar posisi saya tidak dalam memecah belah bangsa," ucap JK.

Menjelang pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang tinggal sembilan hari lagi, terdapat tiga bacapres yang diprediksi akan bersaing, yaitu Anies, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Anies sudah mendeklarasikan bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskkandar sebagai cawapresnya.

Sedangkan, Ganjar dan Prabowo hingga kini belum mendeklarasikan pasangannya. Adapun Anies bertemu JK di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/10/2023).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement