Sabtu 23 Sep 2023 11:23 WIB

Alhamdulillah, BMKG Sebut 10 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan

Kondisi El Nino moderat dan IOD positif diprediksi terus bertahan hingga akhir tahun.

Sejumlah pengendara berteduh di kolong jalan layang Gaplek saat hujan deras mengguyur kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (21/9/2023). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyebut hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek beberapa hari terakhir merupakan hasil dari operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sejumlah pengendara berteduh di kolong jalan layang Gaplek saat hujan deras mengguyur kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (21/9/2023). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyebut hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek beberapa hari terakhir merupakan hasil dari operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 10 persen wilayah Indonesia saat ini mulai memasuki musim penghujan.

"Berdasarkan jumlah zona musim, sebanyak 10 persen wilayah Indonesia masuk musim hujan," kata Analis Iklim BMKG Kukuh Prasetyaningtyas dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (23/9/2023).

Kukuh memaparkan wilayah yang sedang mengalami musim hujan meliputi sebagian Aceh, Sumatera Utara, sebagian besar Riau, sebagian besar Sumatera Barat, Bengkulu, sebagian kecil Kalimantan Barat, sebagian kecil Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah bagian timur, sebagian kecil Maluku dan sebagian Papua Barat.

Pada dasarian III September hingga dasarian II Oktober tahun ini, BMKG memprediksi curah hujan umumnya berada pada kriteria rendah hingga menengah (0-75 milimeter per dasarian).

 

Wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori rendah di bawah 50 milimeter per dasarian adalah sebagian besar Sumatera bagian tengah hingga selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi dan Maluku, sebagian Papua Barat, Papua bagian utara, dan Papua Selatan pada dasarian III September 2023.

Pada dasarian I Oktober 2023, wilayah hujan rendah meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Pada dasarian II Oktober 2023, wilayah hujan rendah meliputi Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian tengah hingga timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

Berdasarkan analisa BMKG, El Nino-Southern Oscillation atau ENSO dasarian II September 2023 menunjukkan indeks ENSO (+1.65), sedangkan Indian Ocean Dipole atau IOD sebesar (+1.26).

Kondisi El Nino moderat dan IOD positif diprediksi terus bertahan hingga akhir tahun 2023.

Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin timuran. Pola angin selama dasarian II September relatif lebih banyak sistem tekanan rendah daripada normalnya. Aliran massa udara diprediksi masih didominasi oleh angin timuran dengan kecepatan yang semakin kuat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement