Jumat 15 Sep 2023 21:48 WIB

Ketertarikan Pemuda Jawa Barat untuk Bertani Semangka Terus Didorong

Saat ini total petani Indonesia sebanyak 71 persen berusia 45 tahun ke atas.

Pelatihan budi daya semangka, serta pemberian bibit kepada sejumlah pemuda di Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Foto: Dok. Web
Pelatihan budi daya semangka, serta pemberian bibit kepada sejumlah pemuda di Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar petani menjadi profesi yang menjanjikan dan dapat meningkatkan kesejahteraan sehingga sektor pertanian dapat menarik partisipasi para generasi muda.

"Saat ini total petani Indonesia sebanyak 71 persen berusia 45 tahun ke atas sedangkan yang di bawah 45 tahun sebanyak 29 persen," kata Presiden Jokowi melalui virtual dalam program mencetak 2.000 petani milenial dan andalan nasional, seperti dinukil dari Antara, Jumat (15/9/2023). 

Baca Juga

Di tengah ancaman krisis sektor pertanian dunia, Indonesia memiliki tantangan tersendiri, yakni berkurangnya jumlah petani dan sebagian mulai menua. Akibatnya, produktivitas pun stagnan, serta memengaruhi jumlah panen berbagai komoditas.

Mencegah hal tersebut terjadi, relawan GMP mengoptimalkan peran pemuda melalui kegiatan pelatihan budi daya semangka, serta pemberian bibit kepada sejumlah pemuda di Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. 

"Kami memberikan pelatihan budi daya untuk kelompok masyarakat pemuda setempat, karena kami ingin ada regenerasi petani muda supaya industrinya hidup secara berkelanjutan," kata Korda GMP Kab. Ciamis, Luthfi Jati Purnama, seperti dinukil pada Jumat (15/9/2023). 

Menurut dia, ada berbagai macam jenis pertanian yang mampu menopang sektor pertanian di Kabupaten Ciamis, salah satu di antaranya adalah tanaman hortikultura.

Kabupaten Ciamis dengan kondisi ekologinya memungkinkan masyarakat untung mengembangkan tanaman holtikultura, di antaranya semangka.

"Tanaman hortikultura masih minim, namun potensi cukup besar dengan kondisi dan kapasitas tanah yang sesuai untuk ditanami semangka," kata Luthfi.

Disinyalir, kegiatan tersebut mampu meningkatkan keterlibatan pemuda serta memberikan edukasi terkait tata cara menanam benih semangka, mengoptimalkan kualitas buah hingga taya cara pemasaran yang mampu dikembangkan.

"Setidaknya kegiatan tersebut bisa mengandung nilai edukasi dan pertimbangan bagi pemuda untuk tertarik terhadap budi daya semangka," lanjutnya.

Luthfi berkomitmen untuk senantiasa memperkuat keinginan pemuda dalam bertani melalui pemberian pelatihan dan pendampingan hingga mandiri.

Dengan demikian, jumlah regenerasi pemuda yang terjun dalam industri pertanian berpeluang meningkat dan menjadikan sektor tersebut menjadi unggulan dengan produktivitas tinggi.

"Tidak sampai di sini, selanjutnya kita akan lakukan pemeliharan dan pendampingan supaya kegiatan ini bermanfaat dan hasilnya, terutama dalam meningkatkan peluang kerja untuk masyarakat pedesaan," ujar dia. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement