Ahad 10 Sep 2023 23:03 WIB

Pemkab Bekasi Pastikan Penuhi Air Bersih Warga Terdampak Kekeringan

Solusi permanen wilayah langganan kekeringan adalah membuat sumur satelit.

Seorang warga memompa air disamping sawah yang terdampak kekeringan di Desa Medalkrisna,Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah Indonesia bakal berstatus waspada kekeringan sampai dengan November karena dipengaruhi oleh fenomene El Nino.
Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Seorang warga memompa air disamping sawah yang terdampak kekeringan di Desa Medalkrisna,Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/9/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah Indonesia bakal berstatus waspada kekeringan sampai dengan November karena dipengaruhi oleh fenomene El Nino.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memastikan memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini, sebagai wujud kehadiran negara di tengah kondisi kesulitan masyarakat.

"Kami terus berupaya mengatasi bencana kekeringan yang diakibatkan kemarau panjang. Selain mendistribusikan air bersih untuk warga terdampak kekeringan, solusi permanen menjadi program utama dalam penanganan bencana kekeringan ini," kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di Cikarang, Ahad (10/9/2023).

Baca Juga

Dia menjelaskan, pada pekan kedua status tanggap darurat bencana kekeringan, pendistribusian bantuan air bersih dilakukan secara lebih masif ke seluruh wilayah terdampak.

"Saya kira, untuk penyaluran air bersih sudah cukup ter-cover. Hasil kerja keras BPBD melalui posko tanggap darurat bersama stakeholder lain, seperti PDAM Tirta Bhagasasi, PMI, Baznas, Polres Metro Bekasi, Kodim 0509, FPRB, destana/katana, serta relawan kebencanaan," katanya.

 

Kemudian, ditambah tugas tambahan dari seluruh perangkat daerah selaku naradamping di kecamatan-kecamatan terdampak bencana diharapkan mampu membantu upaya penanganan kekeringan secara lebih optimal.

"Kepala-kepala perangkat daerah beserta jajaran, para camat serta kepala desa dan lurah dengan tugas baru sebagai liaison officer (naradamping) membuat penanganan lebih maksimal. Karena memang butuh kerja keroyokan," ucapnya.

Ia tidak menampik kondisi bencana kekeringan ini masih akan terus terjadi dengan kemungkinan perluasan wilayah terdampak. Hal itu yang menjadi dasar upaya distribusi air bersih masih terus dilakukan.

"Memang dari sisi jumlah desa dan kecamatan yang terdampak sudah berkurang. Tapi semuanya masih dalam jangkauan layanan air bersih," katanya.

Dani juga menyebutkan solusi permanen untuk wilayah yang menjadi langganan bencana kekeringan adalah dengan membuat sumur satelit dan memasang pipa PDAM ke rumah-rumah warga.

"Beberapa desa di Kecamatan Cibarusah sudah mengarah pada solusi permanen dengan memasang pipa dari PDAM. Kami sudah alokasikan pembiayaan untuk instalasi gratis bagi 2.000 keluarga tidak mampu. Kemudian di Kecamatan Tarumajaya saat ini juga tengah dibangun tiga sumur satelit," ucap dia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan hingga Sabtu (9/9/2023) jumlah air bersih yang telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi sebanyak 1.440.800 liter.

Sementara wilayah terdampak kekeringan meliputi 34 desa di sembilan kecamatan dengan jumlah warga terdampak 100.181 jiwa dari 25.799 keluarga. Lahan pertanian terdampak mencapai 21.177 hektare dan lahan pertanian terancam seluas 3.604 hektare.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement