Ahad 10 Sep 2023 08:34 WIB

Ketua DPC Gerindra Diduga Aniaya Kader PDIP di Semarang

Dugaan penganiayaan ini terkait persoalan pemasangan bendera.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR Habiburokhman menanggapi putusan MK soal masa jabat pimpinan KPK dan gosip penerapan sistem proporsional tertutup di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/5/2023).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR Habiburokhman menanggapi putusan MK soal masa jabat pimpinan KPK dan gosip penerapan sistem proporsional tertutup di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Majelis Kehormatan Partai Gerindra akan memanggil dan memeriksa Ketua DPC Gerindra Semarang Joko Santoso pada Ahad (10/9/2023) sore. Pemanggilan ini terkait insiden dugaan pemukulan terhadap kader PDI perjuangan.

 

Baca Juga

"Sesuai arahan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Majelis kehormatan Partai Gerindra akan memanggil memeriksa Ketua DPC Gerindra Semarang pada Ahad sore terkait insiden dugaan pemukulan kader PDI perjuangan," kata Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman di Jakarta, Ahad.

 

Dia menjelaskan dua level kesalahan yang diduga terjadi dalam masalah tersebut. Pertama, kalau benar dia melakukan pemukulan, tentu merupakan ranah hukum pidana yang harus diusut oleh pihak kepolisian.

 

Kedua menurut dia, kalau Ketua DPC Gerindra Semarang tidak melakukan penganiayaan, tetapi mengintimidasi atau bersikap tidak sopan terhadap kader PDI perjuangan maka hal tersebut melanggar sumpah jati diri kader. Yakni, mengharuskan kader Gerindra selalu bersikap sopan dan rendah hati.

 

"Sanksi terhadap pelanggaran sumpah jati diri kader Gerindra bisa berupa pencopotan jabatan struktural," ujarnya.

 

Habiburokhman mengingatkan para kader Gerindra untuk selalu mentaati sumpah jati diri kader Gerindra dan juga Arahan dari Prabowo Subianto. Seluruh kader Gerindra selalu menjaga kesejukan, sopan santun serta kedamaian.

 

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Semarang Hendrar Prihadi mengatakan peristiwa pemukulan itu terjadi sekitar pukul 21.45 WIB pada Jumat (8/9/2023).

 

"Tadi malam hari Jumat jam 21.45 WIB ada kawan kami Pak Suparjianto warga Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, yang didatangi ketua DPC Gerindra. Kemudian tanpa ba-bi-bu Ketua Gerindra yang juga anggota DPRD, Kota Semarang itu memukul kader kami," tambah Hendrar.

 

Dia mengatakan Hasto meminta kader PDIP meredam emosi dan melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian. Insiden tersebut juga sudah dilaporkan kepada Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul hingga Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

 

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang Joko Santoso membantah melakukan pemukulan terhadap salah satu kader PDI Perjuangan gara-gara pemasangan bendera partai politik yang pemberitaannya marak. Dalam pernyataannya di Semarang, pada Sabtu (9/9/2023), Joko mengaku pada Jumat (8/9/2023) malam sekitar pukul 21.30 WIB memang mendatangi rumah Suparjianto yang kebetulan salah satu kader PDI Perjuangan.

 

Kedatangannya tersebut untuk menanyakan mengenai pemasangan bendera di Gang Garuda yang merupakan tempat tinggal Joko, dan dijawab singkat oleh Suparjianto, "Saya hanya disuruh, Om".

 

Joko ingin mengklarifikasi mengapa pemasangan bendera partai berlambang banteng hanya dilakukan di RT 03 RW 04 Kelurahan Bandarharjo yang kebetulan merupakan tempat tinggalnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement