Rabu 06 Sep 2023 21:16 WIB

Yenny Wahid Akui Prabowo Jadi Top List yang akan Didukung di Pilpres 2024

Pertemuan Yenny-Prabowo digelar tiga hari setelah Cak Imin jadi bakal cawapres Anies.

Rep: Febryan A/ Red: Agus raharjo
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama politikus sekaligus putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid (kanan) saat tiba di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2023). Pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi sekaligus membahas situasi politik saat ini. Selain itu, Yenny Wahid menyampaikan pesan kepada bakal Calon Presiden Prabowo Subianto untuk memilih bakal Calon Wakil Presiden dari kalangan anak muda dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama politikus sekaligus putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid (kanan) saat tiba di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2023). Pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi sekaligus membahas situasi politik saat ini. Selain itu, Yenny Wahid menyampaikan pesan kepada bakal Calon Presiden Prabowo Subianto untuk memilih bakal Calon Wakil Presiden dari kalangan anak muda dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putri dari mendiang Presiden Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid menyebut, Prabowo berada di urutan teratas dalam daftar kandidat capres Pilpres 2024 yang akan dia dukung. Kendati begitu, Yenny belum membuat keputusan akhir.

Yenny menjelaskan, dirinya dalam membuat keputusan selalu menggunakan pertimbangan rasional dan spiritual. Untuk perimbangan spiritual, dirinya harus mendatangi makam mendiang Gus Dur. Namun, Yenny belum sempat berkunjung ke makam bapaknya di Jombang, Jawa Timur.

Baca Juga

Kendati begitu, dirinya sudah selesai melakukan pertimbangan rasional terkait kandidat capres yang hendak didukung. Hasilnya, pilihan jatuh kepada Prabowo karena Menteri Pertahanan itu punya visi yang luar biasa terkait Indonesia ke depan.

"Bagi kami, Pak Prabowo ini top list. Jadi prioritas paling utama (untuk didukung), karena ada kesamaan-kesamaan visi," kata Yenny ketika konferensi pers bersama Prabowo usai menggelar pertemuan tertutup di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra itu di Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2023).

"Jadi, secara rasional mungkin kita sudah bisa punya kesamaan-kesamaan. Tinggal menapaki mekanisme spiritual dulu," kata Direktur Wahid Institute itu menambahkan.

Penjelasan arah dukungan itu disampaikan Yenny ketika dimintai tanggapannya soal Gus Dur pernah meramalkan Prabowo akan menjadi presiden RI saat berusia tua. Sebagai catatan, Prabowo kini berumur 71 tahun.

Sementara itu, Prabowo menyampaikan penjelasan 'bersayap' ketika ditanya apakah dirinya sengaja menarik Yenny untuk mendapatkan dukungan dari warga Nahdlatul Ulama. Prabowo menyebut, yang penting adalah kerja sama dan kerukunan.

"Tentunya semakin dekat, semakin eksplisit, semakin bagus, tapi kerja sama itu kita istilahnya kita bangun supaya nanti sesuai dengan waktu yang tepat. Tidak ada masalah yang penting komunikasi yang baik," kata capres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu.

Pertemuan kedua tokoh tersebut terjadi hanya berselang tiga hari dengan acara deklarasi pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Muhaimin alias Cak Imin merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang didirikan oleh Gus Dur.

Adapun Yenny merupakan mantan politikus PKB. Cak Imin dan Yenny diketahui berkonflik dalam beberapa tahun terakhir ihwal perebutan kepemimpinan PKB.

Di sisi lain, keputusan PKB mendukung Anies itu berarti mencabut dukungan yang telah diberikan kepada Prabowo selama setahun terakhir. Sejumlah analis politik meyakini, hengkangnya PKB membuat Prabowo kehilangan dukungan di Jawa Timur dan dari warga Nahdlatul Ulama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement