Ahad 03 Sep 2023 09:20 WIB

Dinkes: 77 Bayi dan Balita di Aceh Barat Terserang Penyakit Campak

Pada 2022, campak di Kabupaten Aceh Barat mencapai 269 kasus.

Petugas kesehatan meneteskan vaksin kepada anak saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional di halaman Masjid At Taqwa, Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (2/8/2022). (Ilustrasi)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas kesehatan meneteskan vaksin kepada anak saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional di halaman Masjid At Taqwa, Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (2/8/2022). (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mencatat sebanyak 77 orang bayi dan balita di daerah itu dilaporkan terserang penyakit campak. Data ini tercatat sepanjang Januari hingga September 2023.

“Penyebab terjangkitnya penyakit campak ini karena banyaknya bayi yang tidak dilakukan imunisasi sejak lahir, yaitu nol sampai 11 bulan,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Azwar Liza, Sabtu (2/9/2023) malam di Meulaboh.

Baca Juga

Ia menjelaskan pada 2022, kasus campak di Kabupaten Aceh Barat mencapai 269 kasus. Umumnya, kata dia, bayi atau balita yang terserang penyakit campak, cenderung mengalami penyakit demam dan adanya ruam di bagian tubuh atau di bagian wajah.

Dijsebutkannya bahwa kebanyakan bayi atau balita yang terkena penyakit campak harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Menurut dia sebagian besar bayi atau balita yang terserang penyakit campak umumnya tidak pernah mendapatkan vaksinasi secara lengkap sejak lahir. Atau di rentang waktu 0-11 bulan yang merupakan usia emas (golden age) bagi bayi untuk mendapatkan imunitas melalui vaksinasi.

"Akibat tidak mendapatkan vaksinasi, maka umumnya bayi atau balita cenderung berpotensi terjangkit penyakit campak," katanya.

Ia menambahkan  kelompok masyarakat yang paling berbahaya terkena penyakit campak yaitu bagi ibu hamil, karena akan berdampak terhadap kandungannya karena akan menyebabkan bayi yang lahir tidak akan terbentuk sempurna.

“Bagi ibu hamil yang terkena penyakit campak, maka bayi yang lahir akan cenderung lahir dengan kondisi cacat atau tidak sempurna. Bisa saja tidak ada tempurung kepala misalnya, atau cacat fisik lainnya,” katanya.

Selain itu, kata dia, kelompok berisiko lainnya yaitu bagi tenaga kesehatan yang sedang hamil yang menangani bayi lainnya yang tidak mendapatkan imunisasi atau sudah terkena penyakit campak, sehingga penularannya sangat cepat.

Untuk itu, Dinkes Kabupaten Aceh Barat mengimbau kepada masyarakat agar segera melakukan vaksinasi kepada bayi dan balita, sehingga diharapkan imunitas bayi dan balita semakin kuat dari serangan virus berbahaya. Ia menyatakan campak merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dari keluarga paramyxovirus.

Penularan penyakit tersebut umumnya terjadi melalui percikan air liur yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi saat ia bersin dan batuk. Siapa pun yang menghirup percikan liur tersebut akan tertular penyakit yang yang dapat mudah menular tersebut, demikian Azwar Liza.

photo
Waspada, penyakit campak sangat menulat! - (Republika)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement