Rabu 30 Aug 2023 21:49 WIB

LBH Pers Desak Polisi Usut Ancaman Pembunuhan kepada Presma UIN Bukittinggi

Ahmad Zaki dapat teror pembunuhan gara-gara mengusir Gubernur Mahyeldi dari kampus.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Erik Purnama Putra
Tangkapan Layar Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengusir Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, dari acara Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) di Student Center UIN Bukittinggi, Selasa (22/8/2023).
Foto:

Zaki sudah menduga ancaman tersebut berkaitan dengan aksinya bersama teman-teman mahasiswa atas nama Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Bukittinggi Selasa lalu. Saat itu, Zaki berorasi menolak kedatangan Gubernur Mahyeldi di acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Zaki mengaku tidak takut dengan ancaman pembunuhan dan kata-kata makian yang ia terima melalui pesan WA tersebut. Menurut Zaki, mendapatkan teror dan ancaman merupakan sebuah konsekuensi keberanian memperjuangkan hak masyarakat dengan mengkritik pemerintah.

 

“Ancaman seperti ini sudah konsekuensi yang saya dapat atas aksi memperjuangkan masyarakat. Ancaman ini tidak mematahkan semangat dan tidak membuat saya takut," ujar Zaki.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement