Sabtu 26 Aug 2023 20:18 WIB

Ganjar: Ekonomi Hijau dan Transformasi Digital Kunci Masa Depan Indonesia

Presiden Jokowi juga telah berhasil membangun konektivitas digital.

Capres PDIP, Ganjar Pranowo saat berpidato di hadapan puluhan ribu kader PDIP Jawa Tengah pada acara Apel Siaga Konsolidasi PDIP Jawa Tengah di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jumat (25/8) malam.
Foto: Republika/ Bowo Pribadi
Capres PDIP, Ganjar Pranowo saat berpidato di hadapan puluhan ribu kader PDIP Jawa Tengah pada acara Apel Siaga Konsolidasi PDIP Jawa Tengah di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jumat (25/8) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Bakal capres Ganjar Pranowo ungkap kunci membangun Indonesia di masa depan, saat berpidato pada Apel Siaga Konsolidasi PDIP Jawa Tengah di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jumat (25/8/2023) malam.

Dua di antara kunci membangun Indonesia masa depan yang dimaksud adalah ekonomi hijau dan tranformasi digital serta percepatan dalam penurunan angka kemiskinan, pengangguran dan akses pendidikan.

Baca Juga

"Itu tentu tidak bisa tiba- tiba, tapi hari ini fondasinya sudah dimulai Pak Jokowi, misalnya hilirisasi menuju sistem transportasi elektrik," ungkapnya, didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

Menurutnya, Presiden Jokowi telah berhasil meletakkan fondasi untuk transformasi ekonomi ke depan dan bahkan hari ini Indonesia dilihat sebagai salah satu pemain utama di ekosistem kendaraan listrik. 

Dari hilirisasi itu, beberapa pabrik telah disiapkan dan itu menjadi contoh yang paling gampang, meskipun SDM-nya musti kita siapkan agar bisa diisi semuanya oleh anak- anak bangsa sendiri.

Menurut Ganjar, percepatan program kerja juga harus dilakukan untuk inovasi ekonomi hijau. Saat ini, skor Indonesia dalam Green Growth Index (GGI) pada tahun 2022 sebesar 57,36, sudah lebih tinggi dari rerata global sebesar 54,83.

Prestasi ini bisa ditingkatkan lagi dengan akselerasi transisi energi berkeadilan, transportasi yang ramah lingkungan dan penerapan praktik ekonomi sirkuler.

Perihal ekonomi digital, lanjut Ganjar, Presiden Jokowi juga telah berhasil membangun konektivitas digital melalui program Palapa Ring 1-3 sehingga ekonomi digital Indonesia melompat signifikan.

"Maka saya juga harus berakselerasi melakukan transformasi digital di berbagai bidang termasuk transportasi dan logistik, ekonomi dan keuangan digital, kota pintar hingga kesehatan dan pendidikan digital," jelasnya.

Di samping membuat lompatan pada ekonomi hijau dan transformasi digital, beberapa persoalan yang seperti penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan akses pendidikan juga diperlukan akselerasi.

Ganjar terkait penurunan angka kemiskinan, PDI Perjuangan telah membuat rakernas khusus dan  rekomendasinya menghasilkan upaya agar bagaimana fakir miskin itu dipelihara negara.

Mengenai hal ini menurut Ganjar harus disiapkan aksi- aksinya. "Detailnya kita sudah menyusun dan insya Allah sebentar lagi akan kita sampaikan kepada publik," ungkanya.

Sementara Apel Siaga Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Tengah di Stadion Jatidiri Kota Semarang itu dihadiri oleh 33 ribu kader dari 35 kabupaten/ kota seluruh Jawa Tengah.

Hadir di tengah-tengah puluhan ribu kader itu Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani; Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, serta para kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Selain kader, acara itu juga dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan dari partai yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Salah satunya adalah Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement