Senin 14 Aug 2023 00:01 WIB

Sumbar Dinilai Kekurangan Dokter Forensik

Pemda harus memfasilitasi generasi muda untuk jadi dokter forensik.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi dokter forensik.
Foto: ANTARA/PURNOMO
Ilustrasi dokter forensik.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG --  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Lila Yanwar merasa di daerahnya perlu peningkatan jumlah dokter forensik. Menurut Lila, jumlah dokter forensik harus ditambah seiring dengan meningkatnya jenis kejahatan, baik pembunuhan, pelecehan seksual ataupun kejahatan lainnya,

“Saat ini, kata Lila, dokter forensik yang ada di Sumatera Barat hanya berjumlah enam orang, jumlah ini tentu dirasa kurang untuk melayani 19 kabupaten/kota yang ada,” kata Lila, Ahad (13/8/2023).

Baca Juga

Lila menyinggung hal ini usai acara Simposium dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) di Padang 10-13 Agustus 2023. 

"Belum lagi jika terjadi bencana alam, keberadaan dokter forensik sangat dibutuhkan untuk melakukan identifikasi terhadap para korban," ucap Lila.

Lila berherap dengan adanya Simposium dan PIT ini yang diikuti tidak hanya oleh dokter forensik, namun juga dokter umum dan mengundang dokter puskesmas, dapat menumbuhkan minat untuk menjadi dokter forensik. 

Menurut Lila, selain dokter forensik, dokter umum yang ada di rumah sakit juga melakukan visum sebagai bagian dari rangkaian pemeriksaan.

Ia melihat sebagian besar materi pada simposium yang diadakan terkait meningkatkan kompetensi dokter umum untuk membantu penyediaan alat bukti dokumen terkait pemeriksaan di kepolisian.

"Kita mendorong teman-teman ke kedokteran forensik, bagi yang berminat tinggal ikut, nanti dibiayai dan akan dipermudah selanjutnya akan ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit yang ada," kata Lila menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement