Ahad 13 Aug 2023 03:55 WIB

Mahasiswa KKN Unand Temukan Teknologi Filter Air Bersih

Teknologi filtrasi air dua tingkat untuk mengatasi masalah air wuduh keruh dan bau.

Ilustrasi air bersih.
Foto: Pixabay
Ilustrasi air bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat menerapkan teknologi filtrasi air dengan sistem dua tingkat. INI guna mengatasi persoalan air bersih bagi masyarakat Nagari (Desa) Magek, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam.

"Ide ini muncul dari masukan masyarakat bahwa di Nagari Magek, terutama Jorong (Dusun) Pulai, air untuk berwudu keruh dan berbau," kata Dosen Pembimbing Lapangan KKN Unand Dendi Adi Saputra di Padang, Sabtu (12/8/2023).

Baca Juga

Dia mengatakan Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unand telah mengambil sampel laboratorium dari kondisi air yang ada. Hasilnya, perlu perhatian serius melalui penerapan teknologi filtrasi air yang dilakukan mahasiswa KKN Unand.

Lulusan Kanazawa University tersebut, mengungkapkan saat ini teknologi tersebut baru diterapkan di salah satu masjid. Namun, ke depan akan menyasar beberapa mushalla di Jorong Pulai, Kecamatan Kamang Magek.

 

"Meskipun tidak sepenuhnya terpenuhi namun adanya kegiatan mahasiswa KKN ini bisa menduplikasi secara cepat. Sebab, teknologi ini tidak terlalu sulit untuk diaplikasikan," ujar dia.

Seorang mahasiswa KKN Unand dari Departemen Teknik Sipil, Muhammad Ikbal Jacky, mengatakan alat penjernih air sederhana tersebut terbuat dari paralon dan bahan lain yang murah serta mudah difungsikan. "Saya bersama rekan-rekan mencoba memecahkan permasalahan air yang ada di Nagari Magek melalui teknologi filtrasi," ujar dia.

Ketua DPRD Agam Novi Irwan mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan mahasiswa KKN perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa tersebut. Ia mengatakan sumbangsih mahasiswa telah membantu menyelesaikan permasalahan air bersih di daerah itu.

"DPRD berharap teknologi ini dapat disosialisasikan ke jorong-jorong lain yang ada di Nagari Magek," kata dia.

Apalagi, katanya, masih banyak jorong yang hingga saat ini kesulitan mendapatkan air bersih. Tidak hanya teknologi filtrasi, DPRD Kabupaten Agam juga mendorong berbagai penelitian Unand bisa diterapkan di masyarakat.

"Penelitian-penelitian yang ada bisa disinkronkan dengan kebutuhan nagari atau masyarakat," ucap dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement