Selasa 08 Aug 2023 16:53 WIB

Respons Gus Yahya, Jazilul: PKB Urus Politik, NU Urus Madrasah dan Masjid

Gus Yahya membantah jika PKB merupakan bagian dari NU.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid menanggapi singkat ihwal pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya yang membantah jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan bagian dari NU.

"Ya emang enggak ada kan. NU kan ngurusin madrasah sama masjid, politik yang ngurus PKB," ujar Jazilul di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Baca Juga

Adapun sebelumnya, mantan juru bicara Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi mengaku menerima banyak pertanyaan dari wartawan terkait hubungan antara PBNU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pertanyaan tersebut semakin sering diterimanya, khususnya setelah Harlah ke-25 PKB yang digelar di Solo, Jawa Tengah.

"Ada teman-teman wartawan tanya ke saya 'Mas itu PBNU berseberangan yah dengan PKB?' saya bilang PBNU tidak pernah berseberangan dengan PKB, faktanya hari ini adalah PBNU dan PKB itu bertolak belakang," ujar Adhie dalam Haul ke-14 Gus Dur di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (4/8/2023).

 

PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf istiqomah, jelasnya, berada di jalan keagamaan yang mengarah ke timur. Sedangkan PKB yang dipimpin Abdul Muhaimin Iskandar fokus di jalan politiknya mengarah ke barat.

"Karena bumi itu bulat, insya Allah akan bertemu di tengah," ujar Adhie.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya membantah jika PKB merupakan bagian dari NU. Pun sebaliknya, NU bukan bagian dari PKB.

"Ndak ada, ndak ada (PKB bukan representasi NU). NU ini sudah keputusan muktamar untuk mengambil jarak dari politik praktis," ujar Gus Yahya ketika ditemui di acara ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC) di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2023).

Gus Yahya tidak ingin NU dipermainkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan politik praktis. Dia pun meminta kepada para politikus untuk tidak mempermainkan agama juga.

"Siapa pun calonnya itu atas nama kredibilitas masing-masing enggak ada yang atas nama NU apalagi atas nama Islam pasti tidak ada. Nah ini supaya orang politisi ini tidak mempermainkan agama, NU aja kami nggak mau dipermainkan untuk pencalonan begini begitu, apalagi agama jangan dipermainkan," ujar Gus Yahya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement