Selasa 25 Jul 2023 15:20 WIB

Panglima: Perang Rusia-Ukraina Pembelajaran Buat Indonesia

Panglima kutip pepatah latin, jika dambakan damai, bersiap hadapi perang.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meluncurkan buku berjudul 'Perang Rusia vs Ukraina. Menurut dia, perang yang terjadi antara kedua negara itu harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak, termasuk di Indonesia.

"Pengalaman adalah guru yang terbaik dan peristiwa perang Rusia-Ukraina ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Perang ini mengajarkan kita tentang bagaimana berbagai informasi dapat dianalisis dengan tepat menjadi intelijen atau pengetahuan yang berguna dalam pengambilan keputusan strategis," kata Yudo saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku itu di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Selasa (25/7/2023).

Baca Juga

Yudo mengatakan, pengetahuan yang akurat dalam dinamika konflik dan perkembangan terkini merupakan poin penting untuk memahami potensi eskalasi guna mengantisipasi ancaman yang lebih luas. Ia menilai, seluruh pihak harus menyadari bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara tidak bisa dihadapi secara terisolasi atau sendiri-sendiri.

Jenderal bintang empat ini menjelaskan, kerja sama antarlembaga dan komponen bangsa menjadi kunci untuk mengatasi tantangan keamanan bersama. "Selain yang menjadi pembelajaran, adalah jangan pernah melupakan pepatah latin. 'Jika kita mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang'," ujar Yudo.

"Peluncuran buku Perang Rusia-Ukraina ini merupakan sumbangsih TNI kepada bangsa. Saya berharap pengetahuan yang disajikan dalam ulasan-ulasan, analisis dan sintesa di dalam buku ini dapat bermanfaat guna menjadi bahan acuan dan pembelajaran bagi segenap Bangsa Indonesia," tambah dia menjelaskan.

Di sisi lain, Yudo berharap agar perang Rusia- Ukraina bisa segera berakhir. Sehingga kondisi global perlahan kembali normal dan kondusif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement