Kamis 20 Jul 2023 04:31 WIB

Prabowo-Erick Thohir Terus Bertemu Bahas Industri Pertahanan

Erick Thohir mengatakan tak ada pembicaraan mengenai politik bersama Prabowo.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Erdy Nasrul
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Foto: Bumn
Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Interaksi Prabowo Subianto dan Erick Thohir kian erat jelang 2024. Dalam beberapa hari terakhir, Prabowo dan Erick terus bersua. Menteri Pertahanan dan Menteri BUMN berdiskusi bertiga dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada Ahad (16/7/2023).

Dua hari berselang, Selasa (18/7/2023), Prabowo dan Erick kembali bertemu. Kali ini bersama Wakil Menteri BUMN yang baru dilantik, Rosan Roeslani. 

Baca Juga

Erick mengatakan tak ada pembicaraan mengenai politik dalam pertemuan-pertemuan tersebut. Topik pembahasannya terkait industri pertahanan. Erick mengatakan sektor pertahanan merupakan hal yang vital bagi setiap negara. Indonesia pun tidak boleh tertinggal dalam memperkuat industri pertahanan. 

"Kalau kita lihat sekarang geopolitik kita tidak boleh ketinggalan dalam membangun industri pertahanan. Kemarin ada rencana Bapak Presiden dan Pak Prabowo akan melihat pabrik peluru yang ada di Turen, Malang sebagai fasilitas yang terbaru, karena kita memang perlu," ujar Erick usai menghadiri Festival Hijriah Republika di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (19/7/2023).

 

Erick menyampaikan Jokowi juga ingin fasilitas BUMN pertahanan seperti Pindad dan PTDI untuk pindah ke kawasan industri Subang agar lebih strategis dan terpadu. Erick mengajak Wamen BUMN Rosan untuk bertemu Prabowo menindaklanjuti arahan Jokowi. 

Dalam pertemuan tersebut, Erick juga mengatakan membahas soal rencana kunjungan Prabowo ke AS. Erick mengatakan Rosan yang merupakan Dubes Indonesia untuk AS akan mendampingi Prabowo dalam melakukan penjajakan kerja sama dengan AS. 

"Ada rencana kunjungan Prabowo dan Pak Rosan sendiri masih dubes Indonesia untuk AS sampai Desember, ini ada transisi untuk juga menindaklanjuti kerja sama, saya nggak tahu detailnya tapi sepertinya pembelian beberapa alat yang dibutuhkan seperti helikopter dan lain-lain, tapi tunggu saja detailnya, saya hanya mempersiapkan industrinya," kata Erick. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement