Sabtu 15 Jul 2023 23:57 WIB

KAI Daop 8 Catat 2,56 juta Penumpang pada Semester Pertama

Jumlah itu meningkat 51 persen dibandingkan periode sama 2022.

Penumpang bersiap menaiki Kereta Api Gumarang tujuan Surabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (8/7/2022).
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Penumpang bersiap menaiki Kereta Api Gumarang tujuan Surabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (8/7/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat sebanyak 2.565.356 pengguna jasa kereta api jarak jauh (KAJJ) berangkat dari wilayahnya pada semester pertama 2023.

"Jumlah tersebut meningkat 869.294 pelanggan atau 51 persen dibanding periode sama 2022, yang terdata 1.696.526 pelanggan," kata Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif dalam keterangannya di Surabaya, Jatim, Sabtu (15/7/2023).

Baca Juga

Luqman mengatakan, pengguna tertinggi terjadi pada periode April 2023 atau pada saat arus mudik angkutan Idul Fitri 1444 H, sebanyak 481.090 pelanggan menggunakan jasa angkutan kereta api. Tiga stasiun dengan penumpang tertinggi di wilayah Daop 8 Surabaya selama semester pertama 2023 adalah Stasiun Surabaya Gubeng yang melayani 699.608 pelanggan, meningkat 161.000 pelanggan atau 30 persen dari periode sama 2022.

Selanjutnya, Stasiun Surabaya Pasarturi, yang melayani 599.711 pelanggan, meningkat 97.000 pelanggan atau 19 persen danStasiun Malang, yang melayani 360.064 pelanggan, meningkat 95.000 pelanggan atau 36 persen dari periode sama 2022.

Selain berangkat, kedatangan pelanggan mengalami peningkatan sebesar 47 persen dibanding tahun lalu. "Pada 2023 ini, sebanyak 2.457.539 pelanggan datang di Stasiun wilayah Daop 8 Surabaya, sedangkan 2022 ada sebanyak 1.696.526 pelanggan," kata dia.

Luqman menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan di antaranya melandainya pandemi Covid-19 yang diikuti pelonggaran persyaratan perjalanan dengan kereta api oleh pemerintah. "Ini menunjukkan bahwa transportasi umum kereta api memang menjadi favorit masyarakat dalam melakukan mobilitas," ucapnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, berbagai inovasi yang dilakukan KAI untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan juga turut berpengaruh.

"Mulai dari hadirnya fasilitas face recognition boarding gate di tiga stasiun, yakni Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang dan fasilitas isi ulang air minum, termasuk penerapan grafik perjalanan kereta api (gapeka) mulai 1 Juni, serta hadirnya pembaruan aplikasi Access by KAI," ujar Luqman.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement