Senin 26 Jun 2023 23:24 WIB

Bali Zona Merah Rabies, Bagaiman Cara Penyebarannya ke Manusia?

Virus rabies ditularkan melalui kontak langsung dari hewan yang terinfeksi.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah
Dokter hewan menyuntikkan vaksin rabies ke seekor kucing.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Dokter hewan menyuntikkan vaksin rabies ke seekor kucing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan Bali sebagai zona merah rabies. Jika anjing terinfeksi virus rabies, lantas bagaimana penyebaran virusnya kepada manusia?

Melansir dari laman Center for Disease Control and Prevention (CDC), menegaskan bahwa virus rabies ditularkan melalui kontak langsung (seperti melalui kulit yang rusak atau selaput lendir di mata, hidung, atau mulut) dengan air liur atau jaringan otak/sistem saraf dari hewan yang terinfeksi.

Baca Juga

Biasanya, orang akan terpapar virus rabies dari gigitan hewan yang terinfeksi. Ada juga kemungkinan yang jarang terjadi, bagi seseorang terpapar rabies dari non-gigitan, seperti dari luka goresan, lecet, atau luka terbuka lain yang terkena air liur atau bahan menular lainnya dari hewan yang terinfeksi.

“Jenis kontak lain, seperti mengelus atau kontak dengan darah, urin, atau feses hewan yang terinfeksi rabies, tidak terkait dengan risiko infeksi dan tidak dianggap sebagai paparan yang mengkhawatirkan rabies,” kata CDC melalui laman situsnya, Senin (26/6/2023).

Cara penularan lain (selain gigitan dan cakaran) yang juga jarang terjadi, adalah menghirup virus rabies aerosol. Ini menjadi salah satu jalur paparan non-gigitan yang paling potensial, kecuali bagi pekerja laboratorium yang kebanyakan tidak akan menemukan aerosol virus rabies.

Penularan rabies melalui transplantasi kornea dan organ padat juga telah tercatat, tetapi juga sangat jarang terjadi. Hanya ada dua donor organ padat dengan rabies yang diketahui di Amerika Serikat sejak 2008. Tapi sudah banyak organisasi pengadaan organ telah menambahkan pertanyaan tentang paparan rabies ke dalam prosedur mereka dalam mengevaluasi kesesuaian setiap donor.

Paparan gigitan dan non-gigitan dari orang yang terinfeksi rabies yang secara teoritis dapat menularkan rabies, masih belum ada buktinya. Kontak biasa, seperti menyentuh penderita rabies atau kontak dengan cairan atau jaringan (urin, darah, feses), tidak terkait dengan risiko infeksi.

Virus rabies menjadi tidak menular saat mengering dan terkena sinar matahari. Namun, kondisi lingkungan yang berbeda juga mempengaruhi kecepatan virus menjadi tidak aktif.

"Tapi secara umum, jika bahan yang mengandung virus rabies telah kering, artinya virus dapat dianggap tidak menular," tulis CDC.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement