Kamis 08 Jun 2023 23:39 WIB

Pertamina Tambah Pasokan 114 Ribu Elpiji Tiga Kilogram di Bali

Jumlah ini cukup banyak dibandingkan kebutuhan hari normal 228 ribu tabung.

Petugas melayani pembeli gas elpiji.
Foto: ANTARA FOTO/Rahmad
Petugas melayani pembeli gas elpiji.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- PT Pertamina (Persero) kembali menambah pasokan elpiji ukuran tiga kilogram di Bali sebanyak 114 ribu tabung untuk mengatasi keterbatasan stok yang terutama terjadi pada konsumen di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

"Per Selasa (6/6/2023) kami sudah menambahkan 50 persen penyaluran dari kebutuhan harian normal sebanyak 228 ribu dan hari ini ditambah 50 persen lagi dari kebutuhan harian normal," kata Sales Area Manager Pertamina Bali Gusti Anggara Permana, di Denpasar, Kamis (8/6/2023).

Baca Juga

Ia menyampaikan dalam beberapa hari terakhir memang terjadi kelangkaan elpiji tiga kilogram di Kota Denpasar dan sebagian wilayah bagian selatan di Kabupaten Badung. Pertamina mencoba menetralisir tidak saja di Denpasar, tetapi juga di Kabupaten Gianyar dan Badung sehingga masyarakat tidak sampai membeli elpiji tiga kilogram ke Denpasar.

"Total se-Bali pada Selasa ditambah 114 ribu tabung dan Kamis (8/6/2023) hari ini 114 ribu tabung. Artinya ini cukup banyak dibandingkan kebutuhan hari normal yang 228 ribu tabung," ujar Anggara.

Selain itu, Pertamina bersama Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung juga melaksanakan operasi pasar elpiji dengan menyiapkan 560 tabung untuk setiap titik operasi pasar. "Kami coba cek dari rantai distribusi mulai dari SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) semuanya beroperasi bahkan pada Selasa dan hari ini akan melayani pengisian hingga tengah malam supaya distribusi elpiji sampai ke masyarakatnya tepat," ujarnya.

Anggara juga tidak menemukan indikasi penimbunan berdasarkan hasil monitoring yang telah dilakukan. "Kami monitor sampai pangkalan. Di gudang agen tidak ada penimbunan dan elpiji semua keluar ke pangkalan. Tidak ada kami dapatkan indikasi penimbunan. Mudah-mudahan pemerintahan daerah dan tim pengawasan juga ke lapangan bisa memonitor langsung," katanya.

Ia menambahkan total di Denpasar ada 790 pangkalan yang tersebar yang tentunya memudahkan masyarakat untuk mendapatkan elpiji.

"Kami keliling ada pangkalan yang masih ada stok dan ada yang menunggu stok. Yang penting, nanti masyarakat dapat membeli di pangkalan dengan harga stabil Rp 18 ribu. Kami rasa mudah-mudahan minggu ini bisa stabil," ujarnya.

Pihaknya juga akan mengevaluasi kembali hasil operasi pasar yang hari ini dilaksanakan di tiap kecamatan di Kota Denpasar dan di Kabupaten Badung pada Jumat (9/6/2023). Operasi pasar elpiji tiga kilogram untuk setiap titiknya telah disiapkan sebanyak 560 tabung dan disiapkan cadangan sebanyak 560 tabung.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement