Rabu 24 May 2023 16:36 WIB

Satpol PP Bantah Kecolongan Soal Pengibaran Bendera LGBT di Monas

Satpol PP membantah kecolongan dengan adanya pengibaran bendera LGBT di Monas.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bilal Ramadhan
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin. Satpol PP membantah kecolongan dengan adanya pengibaran bendera LGBT di Monas.
Foto: Republika/Eva Rianti
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin. Satpol PP membantah kecolongan dengan adanya pengibaran bendera LGBT di Monas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Viral di media sosial foto-foto aksi massa yang mengibarkan bendera LGBT di Monas, Jakarta Pusat. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengaku tidak ada pemberitahuan terkait aksi tersebut dan akan menelusurinya.

"Kita coba dalami lagi ya, karena laporannya belum ada ke saya, belum ada. Informasinya seperti apa yang benar ya. Kita harus betul-betul tahu apa masalahnya, informasi yang benar yang bagaimana gitu ya," kata Arifin saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Rabu (24/5/2023).

Baca Juga

Ia menyarankan bisa di cek ke kepolisian karena kegiatan tersebut pasti ada pemberitahuan, pemberitahuannya pasti ke kepolisian bukan ke Satpol PP DKI Jakarta. "Ya pasti ada izinnya, pemberitahuannya ya kepada kepolisian. Satpol PP tidak menerima laporan sama sekali," kata dia.

Ia menjelaskan terdapat ketentuan atau peraturan di DKI terkait perizinan kegiatan. Seperti harus ada pemberitahuan dahulu. "Ya pemberitahuan. Apakah memang kegiatan itu sudah ada surat pemberitahuannya apa belum, apalagi pemberitahuannya gak ke kita," kata dia.

Saat ditanya berarti Satpol PP kecolongan atau tidak terkait hal ini. Ia hanya menjawab memang tidak mengetahui kegiatan tersebut. "Gak ada bicara kecolongan, bukan porsi kita dan gak ada kewajiban buat mereka melaporkan ke kita, memberitahukan ke kita, tidak ada. Jadi gak ada cerita kecolongan dong," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Lini masa Twitter diramaikan oleh unggahan foto yang menunjukkan bendera pelangi LGBT terbentang di depan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Dalam foto tersebut, tampak puluhan orang tengah berkumpul di depan sebuah panggung kecil di kawasan Monas.

Awalnya, foto tersebut diunggah oleh akun Twitter @sosmedkeras pada Selasa (24/5/2023). Foto pertama menunjukkan seorang laki-laki tengah berorasi di hadapan puluhan orang.

Di bawah tempat pijakan orasi tersebut terbentang bendera merah, kuning, hijau, biru merah yang identik dengan lambang LGBT. Di foto kedua, seorang perempuan mengenakan topi penyihir tampak sedang berorasi di panggung yang sama.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) Suhud Aliyudin menanggapi ihwal ramainya lini masa Twitter oleh unggahan foto yang menunjukkan bendera pelangi LGBT terbentang di depan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Dia meminta agar aparat keamanan menindak tegas aksi tersebut karena dinilai memicu konflik di tengah masyarakat. "Aparat keamanan harus bertindak tegas kepada para pelaku untuk mencegah terjadinya kegaduhan di masyarakat," kata Suhud kepada Republika.co.id, Rabu (24/6/2023).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement