Jumat 12 May 2023 09:41 WIB

Kontingen KPM Surabaya Akui Semangat Jelang Final KOMAS 18 dan OGM 8

KPM Surabaya elah menggelar pembinaan rutin untuk peserta jelang Final KOMAS

Semangat kontingen KPM Cabang Surabaya semakin membara jelang menghadapi babak final KOMAS ke-18& OGM ke-8 pada Ahad (14/5/2023).
Foto: KPM
Semangat kontingen KPM Cabang Surabaya semakin membara jelang menghadapi babak final KOMAS ke-18& OGM ke-8 pada Ahad (14/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Semangat kontingen KPM Cabang Surabaya semakin membara jelang menghadapi babak final KOMAS ke-18 dan OGM ke-8 pada Ahad (14/5/2023). Hal itu diungkapkan oleh Penanggung Jawab Regional wilayah Surabaya, Andika Dwi Agus Prasetyo.

“Surabaya menyongsong final KOMAS ke-18 dengan penuh semangat,” kata Andika. 

Andika menuturkan, pihaknya telah menggelar pembinaan rutin untuk para peserta sebagai persiapan menuju babak final. “Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya KPM Surabaya menyelenggarakan beberapa part pembinaan finalis secara online dan offline. Pembinaan kita agendakan sejak bulan Ramadan dan pasca-Lebaran,” tuturnya. 

Selain itu Andika menjelaskan bahwa untuk kali pertama semenjak jeda panjang dikala pandemi, KPM Cabang Surabaya kembali mengadakan rombongan keberangkatan final KOMAS dan OGM. “InsyaAllah total ada 37 orang terdiri dari finalis KOMAS, finalis OGM dan pendamping akan berangkat bersama pada Jumat (12/5/2023),” kata Andika.

Andika juga menambahkan bahwa antusiasme peserta KOMAS 18 luar biasa dari daerah-daerah yang menjadi cover area KPM Cabang Surabaya yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Sampang, Gresik, Lamongan, Nganjuk, Blitar, Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kediri Kota. 

“Pelaksanaan dimulai dari tahapan uji soal yang diikuti sebanyak 47.682, 12.100 peserta babak penyisihan, babak semifinal diikuti 3.058 peserta, dan sebanyak 241 dinyatakan lolos sebagai finalis,” tambahnya. 

Sementara itu, kendati harus menempuh perjalanan jauh dan biaya tidak sedikit, salah satu orang tua finalis KOMAS asal SD Muhammadiyah 5 Surabaya, Saif Adly Alviansyah mengaku semangat karena momen masuk final yang telah dinantikan.

“Ananda merasa berhak untuk ikut serta di babak final. Sebab ingin menuntaskan KOMAS 18 sampai babak final, terlepas apa pun nanti hasilnya. Terlebih final kali ini adalah final offline pertama bagi ananda semenjak keikutsertaannya sejak kelas 2 SD dulu,” katanya. 

“Semenjak bulan Sya'ban ananda lebih rajin ibadahnya. Terlebih, ketika bulan Ramadan. Sebab, motivasi ingin lolos ke final setelah penyelenggaraan semifinal KOMAS 18 kali ini begitu besar,” katanya. 

Ia pun mengisahkan bahwa perjuangan anaknya ikut KOMAS pernah terhenti di semifinal ketika kelas 2 SD. Pada tahun berikutnya, kelas 3 SD juga harus puas di posisi semifinalis. 

“Di kala pandemi penyelenggaraan online, Alhamdulillah dia dua kali lolos ke babak final online KMS ke-16 dan ke-17,” katanya. 

“Sehingga, kelolosan menuju babak final tahun ini menjadi kebahagiaan tersendiri. Seolah Allah menjawab setiap doa yang terpanjatdan mencairkan tabungan jiwa yang telah lama diakumulasi. Yes caiiirr ‼️ Alhamdulillah yaa Allah,” tuturnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement