Senin 03 Apr 2023 22:01 WIB

Kementerian BUMN Paparkan Rencana Transformasi Bisnis Telkom Tahun Ini

Berbagai rencana bisnis Telkom memengaruhi harga saham perusahaan

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Gita Amanda
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memaparkan rencana transformasi bisnis PT Telkom Indonesia Tbk. (ilustrasi).
Foto: istimewa
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memaparkan rencana transformasi bisnis PT Telkom Indonesia Tbk. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memaparkan rencana transformasi bisnis PT Telkom Indonesia Tbk. Tahun ini, perusahaan berencana menggabungkan usaha Telkomsel dan Indihome.

Kementerian, kata dia, berencana mentransformasi Telkom dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan infrastruktur digital. "Ini rencana kita dalam lima tahun ke depan," ujarnya dalam rapat di Komisi VI DPR, Senin (3/4/2023).

Baca Juga

Pria yang akrab disapa Tiko tersebut menyebutkan, transformasi pertama yang sudah dilakukan yaitu pemisahan anak usaha atau spin off di bidang menara yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel. Kini, perseroan tengah dalam proses mengintegrasikan dua "mesin" bisnis Telkom yaitu bisnis mobile dan fiber broadband.

“Integrasi bisnis mobile dan fiber ini menjadi salah satu keniscayaan. Ini merupakan suatu transformasi yang diharapkan mampu menghadirkan pelayanan lebih utuh ke masyarakat dan juga meningkatkan revenue dalam jangka panjang,” tuturnya.

Meski bisnis mobile dianggap tengah menurun, namun Tiko yakin akan tumbuh di masa depan. Masyarakat pun dinilai semakin lama beralih ke fiber dan wifi.

Hal itu menjadikan Telkom, sebagai perusahaan dengan layanan utuh dan bisa meningkatkan revenue dalam jangka panjang. Tiko mengungkapkan, saat ini Telkom memiliki dua rencana bisnis lagi yang akan dilaksanakan tahun ini.

Pertama, mengintegrasikan bisnis data center Telkom dan kedua, spin off infraCo Telkom. Lewat rencana bisnis ini, nantinya Telkom akan menjadi strategic holding.

"Telkom akan punya anak usaha yang lebih relevan, sehingga bisa berkontribusi laba dan market cap-nya secara signifikan,” katanya. Tiko menambahkan, berbagai rencana bisnis di atas telah memengaruhi kenaikan harga saham Telkom.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement