Senin 06 Mar 2023 22:22 WIB

Bertemu Jokowi, Petani Keluhkan Harga Pupuk yang Tinggi

Jokowi mengakui bahan baku pupuk saat ini masih sulit dicari.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolandha
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir (keempat kiri), Group CEO Mayapada Healthcare Jonathan Tahir (ketiga kiri), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri), Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kanan) dan Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kedua kanan) beserta jajaran memberikan sambutan saat persemian Mayapada Hospital Bandung di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/3/2023). Presiden Joko Widodo meresmikan Mayapada Hospital Bandung yang tersertifikasi Greenship & Edge serta memiliki empat pelayanan Center of Excellence yakni Oncology Center (layanan pasien kanker), Center Excellence Cardiovascular (layanan gangguan jantung), Tahir Neuroscience Center (layanan gangguan saraf) dan Tahir Uronrphrology Center (layanan terpadu ginjal dan saluran kemih). Presiden Jokowi berharap kehadiran rumah sakit tersebut dapat mengurangi jumlah masyarakat yang berobat ke luar negeri.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir (keempat kiri), Group CEO Mayapada Healthcare Jonathan Tahir (ketiga kiri), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri), Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum (kanan) dan Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kedua kanan) beserta jajaran memberikan sambutan saat persemian Mayapada Hospital Bandung di Jalan Terusan Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (6/3/2023). Presiden Joko Widodo meresmikan Mayapada Hospital Bandung yang tersertifikasi Greenship & Edge serta memiliki empat pelayanan Center of Excellence yakni Oncology Center (layanan pasien kanker), Center Excellence Cardiovascular (layanan gangguan jantung), Tahir Neuroscience Center (layanan gangguan saraf) dan Tahir Uronrphrology Center (layanan terpadu ginjal dan saluran kemih). Presiden Jokowi berharap kehadiran rumah sakit tersebut dapat mengurangi jumlah masyarakat yang berobat ke luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan para petani yang tengah memanen padi saat melintasi Jalan Lingkar Baru Soreang usai meninjau Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (6/3/2023). Melihat para petani itu, Jokowi kemudian berhenti sejenak dan berbincang.

Saat berbincang dengan Presiden, para petani mengeluhkan terkait sulitnya mendapatkan pupuk. Selain itu, harga pupuk saat ini juga masih mahal.

Baca Juga

“Pupuknya susah, baru-baru sekarang ada lagi, lagi mahal pupuknya,” ucap Ani kepada Jokowi, dikutip dari siaran pers Istana.

Tak hanya soal pupuk, Jokowi kemudian juga mengecek kondisi padi yang dipanen saat itu.

Ngecek langsung ke petani berapa harga gabah basah, berapa harga gabah kering. Sudah tadi ketemu," kata Jokowi dalam keterangannya.

Jokowi menyebut, harga gabah kering yang diungkapkan petani berada di angka Rp 6.000 per kilogram. Menurut dia, harga tersebut masih tergolong baik.

“Ya baik dong kalau enam ribu (rupiah), hanya dikejar oleh harga pupuk yang tinggi yang dikeluhkan,” ucapnya.

Sebelumnya Jokowi mengaku sering kali mendengar keluhan dari para petani terkait sulitnya mendapatkan pupuk. Ia pun menjelaskan, bahan baku pupuk saat ini memang masih sulit dicari. Kesulitan untuk mendapatkan pupuk inipun juga terjadi di banyak negara lainnya.

Sebab, pemasok bahan baku pupuk yakni Rusia dan Ukraina saat ini masih berkonflik sehingga berimbas pada pasokan pupuk di berbagai negara. Kondisi ini juga akan berdampak pada krisis pangan.

“Sehingga dunia sekarang ini kesulitan pupuk. Kalau suplainya kurang kemudian yang terjadi pasti harganya naik,” ujar dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement