Senin 27 Feb 2023 17:18 WIB

Banyak Moge Dijual di Marketplace Usai Sri Mulyani Bubarkan Belasting Rijder

Menkeu meminta klub moge yang digawangi Dirjen Pajak Suryo Utomo dibubarkan.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Erik Purnama Putra
Klub moge Belasting Rijder milik pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu yang digawangi Suryo Utomo bubar.
Foto: Dok Belasting Rijder
Klub moge Belasting Rijder milik pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu yang digawangi Suryo Utomo bubar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform jual beli online atau marketplace mendadak dibanjiri penjual baru yang hendak menjual motor gede (moge). Warganet pun mengakitkan hal itu menyusul kebijakan tegas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membubarkan komunitas moge di kalangan pegawai pajak bernama Blasting Rijder.

Pantauan Republika.co.id di Jakarta pada Senin (27/2/2023), di aplikasi jual beli OLX, misalnya, banyak muncul penawaran baru moge Harley Davidson ramai dua hari belakangan. Moge bekas ada yang dijual mulai harga Rp 400 juta hingga lebih dari Rp 700 juta per unit.

Baca: Kronologi Hingga Motif Penganiayaan Putra Pejabat Pajak ke Anak Banser

Satu akun menjual Harley Davidson Fatboy 114 Tahun 2020 Odo 3000 pakal 02.2022 berwarna Silver Knalpot V & H dengan harga Rp 725 juta. Satu akun lagi menjual seharga Rp 625 juta Harley Davidson ultra Limited tahun 2020.

Sementara itu terdapat akun di OLX yang menjual HD Sportster 48 tahun 2018 dengan harga Rp 450 juta. Mundur ke tahun 2015, sebuah akun menjual Full Paper Harley Street 500 Nik 2015 Vines & Hance Forza Sportster seharga Rp 205 juta.

Langkah tegas Menkeu Sri Mulyani muncul setelah beredar viral video dan foto Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemeneku, Suryo Utomo naik moge. Menkeu langsung menginstruksikan pembubaran klub motor dari kalangan pegawai dan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu hingga menilik kekayaan harta para pegawainya.

Baca: Politikus Demokrat Pertanyakan Melonjaknya Kekayaan Jubir Kemenkeu Prastowo

"Meminta agar klub Belasting Rijder DJP dibubarkan. Hobi dan gaya hidup mengendarai moge menimbulkan persepsi negatif masyarakat dan menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaan para pegawai DJP," kata Sri Mulyani di Jakarta, Ahad (26/2/2023).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement