Sabtu 25 Feb 2023 07:35 WIB
Setahun Perang Rusia-Ukraina

Fase II dan III: Pengepungan-Perundingan, Kejahatan Perang dan Sanksi ke Rusia

Maret 2022 bisa dibilang puncak dari serangan besar-besaran Rusia ke Ukraina

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
 Prajurit Ukraina menghadiri upacara pemakaman Anton Sidorov, prajurit Ukraina yang dilaporkan tewas oleh penembakan di Ukraina timur, di gedung Kementerian Pertahanan di Kiev, Ukraina, 22 Februari 2022. Pihak berwenang Ukraina dan mitra Barat telah memperhatikan di masa lalu beberapa bulan untuk situasi keamanan yang memburuk di Donbas, penumpukan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, dan bahaya invasi Rusia baru ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pengakuan terhadap Republik Rakyat Donetsk (DPR) yang diproklamirkan sendiri dan Republik Rakyat Luhansk (LPR).
Foto: EPA-EFE/SERGEY DOLZHENKO
Prajurit Ukraina menghadiri upacara pemakaman Anton Sidorov, prajurit Ukraina yang dilaporkan tewas oleh penembakan di Ukraina timur, di gedung Kementerian Pertahanan di Kiev, Ukraina, 22 Februari 2022. Pihak berwenang Ukraina dan mitra Barat telah memperhatikan di masa lalu beberapa bulan untuk situasi keamanan yang memburuk di Donbas, penumpukan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, dan bahaya invasi Rusia baru ke Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pengakuan terhadap Republik Rakyat Donetsk (DPR) yang diproklamirkan sendiri dan Republik Rakyat Luhansk (LPR).

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID -- Perang Rusia-Ukraina pada pekan terakhir Maret 2022 bisa dibilang puncak dari serangan besar-besaran Rusia ke Ukraina. Namun ditengah pengerahan pasukan besar-besaran itu, Rusia harus mengakui sanksi ekonomi telah membuat ekonomi di negaranya terdampak. Hal ini membuat upaya Rusia menguasai semua wilayah timur Ukraina harus tertunda.

Setelah Putin mengerahkan puluhan ribu pasukannya mendekati Kiev dan berusaha menguasai Ukraina timur, perlawanan keras juga terjadi. Hal ini dikarenakan adanya pasukan bayaran dari beberapa negara Barat yang ikut bergabung, menambah kekuatan pasukan Ukraina.

Di fase kedua penyerangan, akhir Maret 2022, akhirnya Rusia memilih harus memfokuskan kembali di timur, saat Ukraina melancarkan serangan balasan di utara dan selatan, merebut kembali lebih dari 1.000 permukiman kota Ukraina. Sementara AS dan Inggris mengirim sistem rudal canggih ke Ukraina.

25 Maret

 

Rusia mengatakan akan fokus pada konsolidasi kontrolnya atas provinsi Luhansk dan Donetsk di Ukraina timur, dalam redefinisi yang jelas dari tujuan perangnya. Saat itu, lebih dari 3,7 juta warga Ukraina telah menjadi pengungsi.

27 Maret

Zelenskyy memberi tahu jurnalis Rusia melalui panggilan video bahwa dia bersedia mempertimbangkan netralitas geopolitik untuk Ukraina, dan untuk berkompromi dengan status wilayah Donbas timur, yang merupakan bagian dari dalih invasi Rusia.

29 Maret

Negosiator Rusia dan Ukraina bertemu di Istanbul – pertemuan tatap muka pertama mereka dalam lebih dari tiga minggu. Ukraina mengajukan proposal netralitas yang terperinci.

Fase III

Rusia dituduh melakukan pelanggaran HAM berat kepada warga sipil Ukraina.

1 April

Sebuah laporan Aljazirah mengungkapkan bahwa Rusia menggunakan kelompok proksi di Suriah untuk merekrut pejuang untuk Ukraina.

2 April

Saat pasukan Rusia mundur dari Bucha, sebuah kota di barat laut kota Kiev, lusinan mayat sipil ditemukan di jalanan.

4 April

Presiden AS Joe Biden menyerukan agar Putin diadili di pengadilan kejahatan perang atas dugaan pembunuhan terhadap warga sipil di Bucha.

5 April

Pengungsi Ukraina saat itu telah berjumlah 7,1 juta jiwa. Aljazirah mengungkap kesaksian dari warga Bucha yang mengatakan bahwa mereka disiksa dan nyawa mereka diancam oleh tentara Rusia.

6 April

Pemerintahan Biden melarang investasi AS di Rusia dan meminta G20 untuk mengeluarkannya dari grup.

7 April

Rusia menembakkan amunisi tandan ke stasiun kereta api Kramatorsk yang dipenuhi ribuan pengungsi, menewaskan sedikitnya 52 orang. Atas aksi itu, Majelis Umum PBB memberikan suara untuk menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia organisasi tersebut.

8 April

Pakar forensik mulai menggali mayat di kuburan massal di Bucha.

Uni Eropa melarang impor batu bara Rusia, membuat Rusia kehilangan 8 miliar euro (7,97 miliar dolar AS) per tahun. Sebagai bagian dari sanksi putaran kelima, Uni Eropa juga melarang impor kayu, semen, makanan laut, dan pupuk Rusia. Uni Eropa juga melarang ekspor bahan bakar jet dan teknologi serta perangkat lunak sensitif ke Rusia.

Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen menyerahkan kuesioner kepada Zelenskyy, memulai awal proses aplikasi keanggotaan UE Ukraina.

14 April

Ukraina menenggelamkan Moskva, armada Laut Hitam Rusia, setelah menghantamnya dengan dua rudal Neptunus.

16 April

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pihaknya menguasai pelabuhan Mariupol, meskipun pertempuran terus berlanjut.

18 April

Pasukan Rusia meluncurkan serangan baru berskala besar di Ukraina timur untuk mengambil kendali penuh atas oblast Luhansk dan Donetsk.

21 April

Putin mengumumkan kemenangan dalam pertempuran untuk Mariupol, meskipun sekitar 2.500 marinir Ukraina tetap dibarikade di pabrik baja Azovstal.

28 April

Kongres AS menghidupkan kembali fasilitas pinjam-sewa untuk mempercepat pengiriman senjata ke Ukraina. Presiden Biden meminta Kongres untuk menyetujui paket pengeluaran tambahan 33 miliar dolar AS untuk Ukraina.

4 Mei

Laporan Ukraina dan Rusia mengatakan serangan balasan Ukraina di utara dan timur Kharkiv telah mendorong pasukan Rusia 40 km (24,9 mil) ke belakang dari kota, dalam keberhasilan signifikan pertama Ukraina sejak memenangkan pertempuran untuk Kiev.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement