Jumat 10 Feb 2023 16:20 WIB

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Mulai Dibuka Kembali

Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango sebelumnya ditutup dampak dari gempa Cianjur.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Nora Azizah
Pengunjung melintasi jembatan gantung panjang di kawasan Taman Nasional Gunung Gede dan Pangrango, di Sukabumi, Jawa Barat.
Foto: Antara/Risky Andrianto
Pengunjung melintasi jembatan gantung panjang di kawasan Taman Nasional Gunung Gede dan Pangrango, di Sukabumi, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, mulai dibuka kembali per 10 Februari 2023. Hal ini disampaikan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melalui akun Instagram.

Sebelumnya pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup sejak 22 November 2022 lalu. Penutupan jalur pendakian dilakukan karena peristiwa gempa bumi dengan kekuatan 5.6 Magnitudo yang melanda kabupaten Cianjur.

Baca Juga

Kebijakan pembukaan kegiatan pendakian untuk umum tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 02/BBTNGGP/Tek.2/02/2023 tentang Pembukaan Kegiatan Pendakian Taman Nasional Gede Pangrango tertanggal 7 Februari 2023. Surat itu ditandatangani Kepala BB TNGGP Sapto Aji Prabowo.

"Pembukaan pendakian didasarkan pada SE BB TNGGP," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah 1 Diah Qurani, Jumat (10/2/2023). 

Kebijakan ini merujuk pada hasil pemantauan lapangan petugas BBTNGGP pasca gempa bumi Cianjur dan laporan final Geohazard Gunung Gede Pangrango oleh Tim Ahli Geologi, di mana dimungkinkan untuk aktivitas pendakian dengan penuh kehati-hatian. Namun, ada catatan BBTNGGP dalam surat edaran tersebut diantaranya seluruh calon pendaki wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, memperhatikan dan mematuhi tanda atau marka pemberitahuan di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Di sisi lain, mengingat musim hujan masih belum selesai, diharapkan para pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Gede-Pangrango menaati kebijakan dan peraturan tertulis dari pihak BBTNGGP untuk keamanan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement