Kamis 09 Feb 2023 16:10 WIB

Hari Pers, Wali Kota Sukabumi Jajal Jadi Jurnalis

Achmad Fauzi menyempatkan waktunya dengan menjadi jurnalis dan mewancarai narasumber.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Gita Amanda
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bersama unsur forkopimda Kota Sukabumi memperingati Hari Pers Nasional. (ilustrasi).
Foto: Pemkot Sukabumi
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bersama unsur forkopimda Kota Sukabumi memperingati Hari Pers Nasional. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Momen unik berlangsung dalam peringatan Hari Pers Nasional dan Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-77 tingkat Kota Sukabumi digelar di Balai Kota Sukabumi, Kamis (9/2/2023). Di mana Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bersama unsur forkopimda Kota Sukabumi yang seringkali diwawancara menyempatkan waktunya dengan menjadi jurnalis dengan mewancarai narasumber.

Selain Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, unsur forkopimda seperti Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin, perwakilan Kodim 0607 Kota Sukabumi, Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada ikut melakukan wawancara selepas peringatan hari pers. Di mana narasumber yang diwawancara adah Ketua PWI Kota Sukabumi Mohamad Satiri.

Baca Juga

''Bersyukur dua momen ini baik Hari Pers Nasional dan ulang tahun PWI bisa disatukan sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada media yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi selepas acara hari pers.

Sejalan dengan tema peringatan yakni Pers Merdeka, demokrasi bermartabat ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Di antara yang cukup tinggi menyumbang tidak kondusif adalah informasi sifatnya hoaks.

 

''Sehingga mudah berseteru karena informasi hoaks, di sini peran media,'' ungkap Fahmi. Di mana ingin menjadi media profesional dan mampu menghadirkan informasi terbaik.

Tantangan media lanjut Fahmi ada tiga hal. Pertama bagaimana peran pers menghadirkan informasi smart yang sifatnya edukasi warga. Bukan sebatas informasi sekadar jadi viral atau sifatnya justru mengundang permasalahan.

Kedua bagaimana pers memiliki peran mengawal amanat rakyat dalam pesta demokrasi. Hal ini karena tahun depan bukan hanya tahun politik melainkan bulan politik, karena ketika selesai tahapan pilpres dan pileg dilanjutkan dengan pilkada baik kota/kabupaten dan provinsi.

''Bagaiaman media menghadirkan informasi dan edukasi agar partisipasi pemilih meningkat,'' cetus Fahmi. Informasi yang diberikan tidak membuat kegaduhan dalam pesta demokrasi, apalagi mau tidak mau tensi politik memanas.

Media jadi lanjut Fahmi menjadi corong agar warga melaksanakan, mengikuti kegiatan pemilihan agar paritisipasi meningkat dan meredam jangan ada konflik terkait pesta demokrasi. Ia menambahkan sinergi pentahelix ke depan bukan hanya dengan pemda, TNI, dan Polri, tapi berkolaborasi dengan unsur lain.

Ketika semuanya berkolaborasi, maka semakib bermartabat dan merdeka. ''Selamat Hari Pers dan hari PWI ke 77, mari sama-sama tingkatkan sinergitas dan saling menguatkan kebersamaan dan persatuan yang membuat kita hebat,'' ujar dia.

Ketua PWI Kota Sukabumi Mohamad Satiri mengatakan, di Hari Pers ini akan terus meningkatkan profesinalisme. Terutama dalam mendorong lahirnya informasi yang terbaik dan akurat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement