Jumat 20 Jan 2023 16:46 WIB

Pemkab Malang Sebut Belum Terima Laporan Kasus LSD, Warga Diminta Tetap Waspada

Pemkab Malang minta peternak rajin beri vitamin untuk cegah kasus LSD

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berusaha menyuntik sapi yang terjangkit benjolan atau Lumpy skin diseses (LSD). Kabupaten Malang belum menerima laporan kasus penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak terutama sapi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo saat dikonfirmasi Republika.
Foto: ANTARA/Rahmad
Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berusaha menyuntik sapi yang terjangkit benjolan atau Lumpy skin diseses (LSD). Kabupaten Malang belum menerima laporan kasus penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak terutama sapi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo saat dikonfirmasi Republika.

REPUBLIKA.CO.ID,  MALANG -- Kabupaten Malang belum menerima laporan kasus penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak terutama sapi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo saat dikonfirmasi Republika.

"Sementara nihil karena belum ada laporan. Jatim (Jawa Timur) masih beberapa daerah (yang mengalami LSD), belum semua. Masih tiga daerah, Gresik Sidoarjo dan Blitar kalau tidak salah," kata Eko.

Baca Juga

Meskipun demikian, dia tetap mengingatkan masyarakat terutama para peternak untuk waspada. Mereka juga diminta meningkatkan kebersihan terhadap hewan dan kandangnya. Kemudian peternak juga harus rajin memberikan vitamin dan obat guna mencegah penyakit LSD.

Di samping itu, pihaknya juga telah memberikan vaksinasi terhadap hewan-hewan ternak sapi di Kabupaten Malang. Proses ini sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu di sejumlah wilayah. Tercatat ada 37.440 vaksin telah disebarkan ke sejumlah hewan ternak.

Pada kesempatan sama, Eko menegaskan, penyakit LSD sebenarnya sudah lama menjamah Indonesia. Bahkan, penyakit ini lebih dulu hadir di Indonesia sebelum wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada tahun lalu. Namun tingkat keparahannya memang tidak seperti PMK yang dapat menyebabkan kematian.

Meskipun demikian, Eko menilai, penyakit LSD tetap menjadi hal bahaya yang perlu diwaspadai. Sebab, penyakit ini dapat menimbulkan bentol-bentol seperti cacar di kulit hewan. Namun dia meyakini olahan daging atau hewan yang terpapar LSD masih dapat dikonsumsi oleh manusia selama diproses dengan baik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement