Senin 16 Jan 2023 20:33 WIB

Polisi: Tawuran Saat Ini Banyak Dilakukan Secara Terencana Lewat Medsos

Yang jadi kendala, mereka janjian melalui direct message Instagram.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Mansyur Faqih
Ilustrasi Anak Sekolah Tawuran
Foto: Foto : MgRol_92
Ilustrasi Anak Sekolah Tawuran

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Polres Bogor mengungkapkan, tawuran yang melibatkan para pelajar di Kabupaten Bogor kerap berawal dari janjian via media sosial (medsos). Oleh karena itu, polisi meminta seluruh pihak turut terlibat mencegah tawuran tersebut terjadi.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi Sigiro, mengungkapkan sejak awal 2023, telah ditemukan dua kasus tawuran berawal dari media sosial. Bahkan salah satu kejadian di Desa Parakan, Kecamatan Ciomas telah memakan korban.

“Jadi marak sekali tawuran di wilayah Kabupaten Bogor, dalam bulan ini sudah dua kali terjadi tawuran yang satu menyebabkan korban berat, luka terbuka di pipi sebelah kanan, yang satu lagi kemarin mengakibatkan meninggal dunia,” ungkap Yohanes, Senin (16/1/2023).

Yohanes mengatakan, dalam upaya antisipasi pihaknya telah melakukan patroli siber di media sosial. Namun, terdapat beberapa kendala dalam melakukan patroli siber tersebut.

“Kami ada unit cyber, tapi yang jadi kendala mereka janjian melalui direct message (Instagram), belum ditemukan mereka janjian di kolom komentar atau yang bisa dilihat secara umum,” jelasnya.

Menurut Yohanes, peran sekolah dan orang tua menjadi penting dalam kasus ini. Dia pun mengimbau agar orangntua kerap memeriksa gawai anak-anaknya masing-masing.

“Bagi orang tua juga bisa melakukan pengecekan terhadap handphone anak, karena tawuran saat ini banyak dilakukan secara terencana melalui medsos,” ucapnya.

Terutama saat ini, lanjut Yohanes, para pelajar telah memasuki tahun ajaran baru sekolah. Maka peran pengawasan sekolah juga diperlukan untuk mencegah tawuran kian marak.

“Dalam kesempatan ini kami memohon pada pihak sekolah, yang sudah masuk tahun ajaran baru, tolong melakukan edukasi dan pengawasan yang tepat terhadap siswanya supaya tidak melakukan tawuran, tetapi fokus pada tugasnya yaitu belajar,” tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement