Sabtu 14 Jan 2023 10:13 WIB

Kesiapan Stok Pupuk Pusri Awal Tahun 2023 Aman Sesuai Ketentuan

Harga pupuk subsidi normal, tidak ada kenaikan.

Petugas tengah mengamati proses produksi pupuk PT Pusri Palembang. Pusri menyebutkan, stok pupuk 2023 dalam keadaan aman.
Foto: Istimewa
Petugas tengah mengamati proses produksi pupuk PT Pusri Palembang. Pusri menyebutkan, stok pupuk 2023 dalam keadaan aman.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Sebagai perusahaan dengan visi menjadi perusahaan agroindustri unggul di Asia, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, senantiasa mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional. Karenanya, di tahun 2023, Pusri pastikan stok pupuk aman sesuai ketentuan.

Total alokasi pupuk subsidi Tahun 2023 yang ditetapkan oleh pemerintah sebanyak 9.013.706 ton. Jumlah itu, terdiri dari pupuk urea sebanyak 5.570.330 ton, NPK 3.232.373 ton serta NPK formula khusus (kakao) 211.003 ton.

 

photo
Petugas tengah mengamati pupuk yang tersimpan dalam gudang. PT Pusri Palembang menyebutkan, stok pupuk 2023 dalam keadaan aman. - (Istimewa)

 

Sementara dari sisi stok pupuk bersubsidi secara nasional, tercatat mencapai 811.998 ton per tanggal 03 Januari 2023 atau setara 264 persen. Dan jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk selama tiga minggu kedepan atau sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan rincian stok pupuk bersubsidi yang tersedia di lini III ini terdiri dari Urea sebanyak 495.647 ton dan NPK sebanyak 316.351 ton.

Wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab Pusri untuk urea bersubsidi yaitu Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, DIY, Bali, NTB dan Jatim-2. Seluruh wilayah tersebut dapat dipastikan ketersediaan stok pupuk diatas 100% dari ketentuan stok.

Disampaikan VP Humas Pusri Soerjo Hartono, bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 734 Tahun 2022 yang ditetapkan pada 06 Juli Tahun 2022 tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2023, harga pupuk subsidi normal tidak ada kenaikan. "Dengan harga yaitu  Rp 2.250 per kilogram untuk urea dan Rp 2.300 per kilogram untuk NPK," ujar dia dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Sabtu (14/1/2023).

Lebih lanjut memasuki musim tanam ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan ke PT Pusri Palembang. Kunjungan ini, bertujuan untuk memastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Jawa Timur yang menjadi tanggung jawab Pusri sejak Tahun 2021. Di antaranya Kabupaten Malang, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Kota Malang, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan dan Kota Batu.

Awal Tahun 2023 ini, per tanggal 5 Januari 2023, penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jawa Timur sebesar 116 ribu ton. "Terima kasih banyak kepada Pusri atas upaya pendistribusian pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan petani terutama pada musim tanam ini," ujar Khofifah pad kunjungannya ke Pusri, belum lama ini dan diterima langsung oleh Komisaris Independen Pusri Amiruddin Nahrawi, Direktur Utama Pusri Tri Wahyudi Saleh, Direktur Operasi & Produksi Fillius Yuliandi, dan Direktur Keuangan & Umum Saifullah Lasindrang.

Ditambahkan Soerjo, terkait penyaluran, bahwa pupuk akan disalurkan kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK dan setelah terbitnya SK dari pemerintah setempat. Tanpa adanya SK tersebut, gudang-gudang pupuk tidak dapat mendistribusikan barang ke distributor dan kios.

Tidak semua petani berhak mendapatkan pupuk subsidi, karena ada syarat bagi petani untuk mendapatkan pupuk subsidi. Aturan mengenai siapa saja yang berhak mendapatkan pupuk tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tanggal 06 Juli 2022.

Dalam dokumen itu dinyatakan, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi petani harus tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Selain itu Pusri menyediakan pupuk non subsidi lainnya seperti NPK Kopi, NPK Singkong dan produk inovasi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan petani. “Jadi apapun tanamannya pusri pupuknya,” tutur Soerjo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement