Selasa 10 Jan 2023 05:50 WIB

Okupansi Dotel di Denpasar Akhir Tahun Lebih Tinggi Sebelum Covid-19

Okupansi hotel saat libur Nataru mencapai 80-90 persen.

Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di sebuah kamar hotel (ilustrasi). Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, okupansi hotel di Denpasar, Bali pada saat akhir tahun di libur Natal dan Tahun Baru 2022/2023 lebih tinggi dibanding periode yang sama saat sebelum pandemi Covid-19.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di sebuah kamar hotel (ilustrasi). Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, okupansi hotel di Denpasar, Bali pada saat akhir tahun di libur Natal dan Tahun Baru 2022/2023 lebih tinggi dibanding periode yang sama saat sebelum pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, okupansi hotel di Denpasar, Bali pada saat akhir tahun di libur Natal dan Tahun Baru 2022/2023 lebih tinggi dibanding periode yang sama saat sebelum pandemi Covid-19.

"Akhir tahun kemarin memang ada peningkatan, jadi Natal dan Tahun Baru kemarin okupansi mencapai 80-90 persen. Malah lebih tinggi dari sebelum pandemi Covid-19 sebesar 50-60 persen," kata Dezire di Denpasar, Senin (9/1/2023).

Baca Juga

Dezire mengatakan, peningkatan tersebut terjadi karena sebelum pandemi kawasan wisata Denpasar atau utamanya di Sanur belum memiliki banyak destinasi seperti saat ini. Selain itu, kata dia, wisatawan cenderung berlibur setelah tertahan selama dua tahun, kemudian Bali dipilih sebagai tempat menghabiskan waktu libur akhir tahun berkat kesuksesan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G-20.

Di sekitar 4.000 kamar hotel yang tersedia di seluruh Kota Denpasar, Dezire menyebut Sanur sebagai kawasan terpadat, dengan didominasi wisatawan domestik. Dari pantauan pihaknya, berdasarkan aplikasi pemesanan hotel secara daring juga terlihat bahwa hotel berbintang dua hingga lima yang berada di tengah kota turut diserbu.

"Saat ini memang masih dominan Pantai Sanur, artinya masih jadi destinasi utama kita apalagi setelah penataan kemarin, semakin banyak tamu-tamu yang datang," ujarnya.

Selain penataan pedestrian di sepanjang Pantai Sanur, ia juga menyebut Pelabuhan Sanur yang belum lama diresmikan Presiden Jokowi juga menjadi daya tarik baru. "Di Sanur itu ada pelabuhan baru, mereka masuk melalui pelabuhan meskipun menyeberang ke Nusa Penida tapi artinya melewati Sanur, mudah-mudahan mereka melirik dan berdestinasi ke Pantai Sanur," kata dia.

Usai libur Natal dan tahun baru, Dezire mengakui pasti akan terjadi penurunan pada okupansi hotel, meskipun data resmi belum dimilikinya. "Biasanya setelah tahun baru agak menurun, animo masyarakat dan hari libur berpengaruh, apalagi Januari-Februari pasti mulai menurun seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Meskipun demikian, hingga sepekan terakhir ia memperkirakan okupansi hotel di Kota Denpasar masih berada di angka 60 persen. Kepada media, Dezire menyampaikan harapannya agar pada 2023 dengan fasilitas baru untuk mendukung destinasi wisata, objek-objek dapat terpromosikan melalui sosial media masyarakat dan wisatawan, sehingga lebih banyak lagi kunjungan ke Bali, khususnya Kota Denpasar.

 

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement