Sabtu 07 Jan 2023 17:23 WIB

Puncak Bau Nyale Ditentukan Dari hasil Ritual Sangkap Warige

Sangkap Warige diharapkan menjadi salah satu atraksi wisata di Desa Wisata Ende. 

Sejumlah warga mencari dan mengumpulkan nyale (cacing laut warna-warni) di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (4/3/2021). Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan, waktu pelaksanaan puncak Bau Nyale (menangkap cacing laut) 2023 yang merupakan tradisi masyarakat Sasak ditentukan dari hasil ritual
Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Sejumlah warga mencari dan mengumpulkan nyale (cacing laut warna-warni) di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (4/3/2021). Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan, waktu pelaksanaan puncak Bau Nyale (menangkap cacing laut) 2023 yang merupakan tradisi masyarakat Sasak ditentukan dari hasil ritual "Sangkap Warige" (musyawarah) dari para tokoh budayawan dan tokoh agama.

REPUBLIKA.CO.ID, PRAYA -- Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan, waktu pelaksanaan puncak Bau Nyale (menangkap cacing laut) 2023 yang merupakan tradisi masyarakat Sasak ditentukan dari hasil ritual "Sangkap Warige" (musyawarah) dari para tokoh budayawan dan tokoh agama.

"Waktu Bau Nyale itu tergantung hasil Sangkap Warige pada 11 Januari mendatang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lendek Jayadi di Praya, Sabtu (7/1/2023).

Baca Juga

Ritual Sangkap Warige penentuan puncak Bau Nyale yang digelar satu kali setahun tersebut dipusatkan di Desa Wisata Adat Ende, Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Pihaknya telah melakukan persiapan tiga kali bersama para tokoh budayawan dan tokoh agama untuk pelaksanaan sangkap warige Bau Nyale yang menjadi agenda nasional tersebut.

"Sangkap Warige hanya sehari saja sama dengan tahun- tahun sebelumnya. Hanya saja tahun ini waktunya lebih diperpanjang dari pagi, diawali dengan Sangkep Madie atau para tokoh utama memulai perhitungan sehingga nanti di sidang paripurna tidak terlalu alot seperti tahun- tahun sebelumnya," kata Jayadi.

Sangkap Warige ini tidak hanya sebagai salah satu penentu Bau Nyale tapi juga diharapkan menjadi salah satu atraksi utama yang menjadi daya tarik wisatawan di Desa Wisata Ende.  "Terlebih akan ada ajang awal yang dipersembahkan oleh pengelola di Ende ini seperti ritual di gunung pujut kemudian di Bale Jajar menjadi daya tarik juga," kata dia.

Desa wisata Sengkol ini bisa menjadi satu paket rangkaian dari Sangkep Warige ini, terlebih pihaknya berharap kegiatan ini akan tetap dilaksanakan di Dusun Ende, mengingat Sangkep Warige berbicara budaya maka harus dilaksanakan di dusun yang memiliki atraksi budaya. "Setelah waktu Bau Nyale ditentukan, baru kita akan bahan rangkaian kegiatan yang digelar," kata Jayadi.

Untuk diketahui, saat tradisi Bau Nyale itu tiba, ribuan warga dari berbagai daerah turun langsung ke laut untuk memburu cacing laut yang dipercaya merupakan jelmaan Putri Mandalika, karena memiliki jiwa yang bersih dan rela berkorban untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga sang Putri Mandalika berjanji sebelum terjun ke laut, bahwa ia akan muncul pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak dan warga yang datang bisa menangkapnya dalam bentuk cacing laut warna warni.

Tradisi Bau Nyale diselenggarakan sekitar Februari untuk nyale awal dan Maret untuk nyale akhir di Pantai Seger KEK Mandalika atau di sepanjang pantai selatan Lombok Tengah.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement