Senin 02 Jan 2023 10:02 WIB

60 Ton Sampah Diangkut Saat Puncak Malam Tahun Baru di Bandung

Sebanyak 60 ton sampah diangkut saat puncak malam tahun baru di Bandung, Jabar.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan
Warga melintas di samping tumpukan sampah di kawasan Pungkur, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Sebanyak 60 ton sampah diangkut saat puncak malam tahun baru di Bandung, Jabar.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Warga melintas di samping tumpukan sampah di kawasan Pungkur, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Sebanyak 60 ton sampah diangkut saat puncak malam tahun baru di Bandung, Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 60 ton sampah diangkut petugas kebersihan saat puncak perayaan malam tahun baru 2023 di Kota Bandung. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan perayaan tahun baru 2022 sebesar 13 persen.

"Sampah diangkut pada (puncak) malam tahun baru 151 meter kubik atau 60 ton dalam satu malam. Pencapaian ini meningkat 13 persen di tahun sebelumnya," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Dudy Prayudi saat dikonfirmasi, Senin (2/1/2023).

Baca Juga

Ia menuturkan jumlah sampah yang diangkut lebih banyak relatif wajar sebab perayaan malam tahun baru 2023 kebijakan PPKM sudah dicabut. Pada perayaan tahun baru 2022 PPKM masih berlaku dengan status level dua.

Dudy mengatakan petugas yang dikerahkan untuk membersihkan sampah di malam tahun baru 2023 sebanyak 427 orang. Mereka bertugas di titik-titik keramaian di Kota Bandung seperti di Alun-Alun Bandung.

Petugas pun menyiapkan tong-tong sampah di titik-titik keramaian yang dilewati oleh masyarakat. Pengangkutan sampah relatif berjalan aman dan terkendali. "Alhamdulillah di malam tahun baru kemarin berjalan kondusif aman terkendali," katanya.

Dudy mengatakan para petugas kebersihan mulai bekerja membersihkan sampah sisa perayaan tahun baru 2023 setelah pukul 00.00 WIB. Proses pembersihan berjalan kurang lebih 2 hingga 3 jam dan selesai subuh serta langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Namun begitu, Dudy mengatakan petugas masih menemukan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Padahal sudah disiapkan tong sampah di titik-titik keramaian.

"Buang sampah sembarangan masih ada tampaknya terus harus dimasifkan budaya tidak membuang sampah sembarangan, dan harus membuang sampah pada tempatnya," katanya.

Dengan budaya tidak membuang sampah sembarangan, ia berharap budaya tersebut menjadi perilaku sehari-hari masyarakat Kota Bandung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement