Selasa 27 Dec 2022 14:04 WIB

Stok Pangan di Karimunjawa Disebut Cukup, Tetapi Harga Mulai Naik

Distribusi pangan ke Karimunjawa terkendala gelombang tinggi

Red: Nur Aini
Pulau Karimunjawa. Persediaan kebutuhan pangan di Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dipastikan tersedia dalam jumlah aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat selama beberapa hari.
Foto: Antara
Pulau Karimunjawa. Persediaan kebutuhan pangan di Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dipastikan tersedia dalam jumlah aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat selama beberapa hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JEPARA -- Persediaan kebutuhan pangan di Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dipastikan tersedia dalam jumlah aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat selama beberapa hari. "Kami masih melakukan pemantauan di lapangan, termasuk melakukan pendataan stok pangan yang masih tersedia mampu bertahan berapa lama," kata Camat Karimunjawa Muslikin di Jepara, Selasa (27/12/2022).

Ia memperkirakan masyarakat juga memiliki persediaan beras yang cukup memadai untuk mempersiapkan diri memasuki musim baratan yang ditandai dengan gelombang laut tinggi. Demikian halnya, masih menurut dia, sejumlah warung maupun toko sembako secara otomatis juga menambah persediaan selama musim baratan tersebut.

Baca Juga

Selain stok pangan, kata dia, stok elpiji juga masih tersedia cukup di sejumlah tempat penjualan eceran karena sebelumnya ada pasokan pada Kamis (22/12/2022) yang bertepatan dengan gelombang tinggi di laut. Ia mengutarakan harapannya agar cuaca laut kembali normal sehingga masyarakat bisa memperbanyak stok pangan, termasuk elpiji.

Kondisi berbeda, lanjutnya, terjadi pada stok bahan bakar minyak (BBM) untuk saat ini mulai menipis karena di SPBU setempat yang masih tersedia hanya Pertadex, sedangkan BBM jenis lainnya sudah habis. "Jika gelombang laut mulai membaik, tentunya masyarakat akan kembali memperbanyak stok pangan maupun BBM serta elpiji. Sedangkan untuk kebutuhan listrik juga aman," ujar Muslikin.

 

Ia mengungkapkan setiap bulan Desember memang biasa terjadi gelombang tinggi sehingga kurang mendukung aktivitas di laut, termasuk kapal penyeberangan penumpang juga tidak beroperasi.

Jasmar, salah satu warga mengakui stok pangan untuk sementara memang tersedia. Namun, dia mengaku tetap membutuhkan pasokan tambahan untuk antisipasi ketika cuaca ekstrem semakin lama dan belum ada kapal yang berani menyeberang. Salah satu komoditas yang harganya mulai melambung, kata dia, cabai merah per ons mencapai Rp 25 ribu. "Informasi ada Kapal Kalimutu rute Kalimantan-Semarang akan bersandar di Pelabuhan Karimunjawa, tentunya sangat diharapkan karena kabarnya juga membawa kebutuhan pokok, termasuk sayur mayur," ujar Jasmar.

Untuk jumlah penduduk di Kecamatan Karimunjawa diperkirakan mencapai 9.789 jiwa lebih yang tersebar di lima kepulauan di antaranya, di Pulau Kemojan, Pulai Genting, Pulau Nyamuk, Pulau Parang, dan Pulau Karimunjawa.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement