Selasa 27 Dec 2022 12:08 WIB

Cuaca Buruk, ASDP Kupang Tutup Tiga Rute Penyeberangan

Tinggi gelombang di perairan NTT berkisar dari 1,5 hingga 2,5 meter.

Kapal penyeberangan KMP Jatra I sedang berlabuh di dermaga penyeberangan Bolok Kupang, NTT, Selasa (9/3/2021). Cuaca Buruk, ASDP Kupang Tutup Tiga Rute Penyeberangan
Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
Kapal penyeberangan KMP Jatra I sedang berlabuh di dermaga penyeberangan Bolok Kupang, NTT, Selasa (9/3/2021). Cuaca Buruk, ASDP Kupang Tutup Tiga Rute Penyeberangan

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Manajemen PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Kupang menutup sementara jalur penyeberangan dari Kupang ke sejumlah daerah akibat cuaca buruk di Nusa Tenggara Timur (NTT).

General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang Syamsudin mengatakan ada tiga rute penyeberangan yang ditutup dampak dari cuaca buruk tersebut. "Tiga rute itu adalah Kupang-Rote Pulang Pergi (PP), Kupang-Lembata-Der (pulau Adonara), dan Kupang-Kalabahi (Alor)," katanya, Selasa (27/12/2022).

Baca Juga

Tetapi hanya satu rute saja yang saat ini dibuka, yakni rute Kupang-Hansisi (pulau Semau) yang berada tak jauh dari Pelabuhan Penyeberangan Bolok. Dia menjelaskan penutupan sejumlah rute tersebut karena memang pihaknya lebih mengutamakan keselamatan penumpang yang akan berlayar. Tinggi gelombang di wilayah perairan NTT berkisar dari 1,5 hingga 2,5 meter sehingga membahayakan penyeberangan.

Selain itu, masyarakat di NTT juga sudah paham dengan cuaca seperti saat ini sehingga penutupan rute ini juga dimaklumi masyarakat. Ia mengatakan ini merupakan penutupan rute hari kedua, setelah pada Ahad (25/12/2022) ASDP Kupang juga menutup sejumlah rute akibat cuaca buruk.

Syamsudin juga belum bisa memastikan kapan rute penyeberangan dari Kupang akan ditutup sementara karena cuaca saat ini berubah-ubah. Apalagi sudah ada imbauan dari BMKG.

"Kami belum bisa pastikan sampai kapan, tetapi kami memang selalu pantau maklumat pelayaran, dan juga memantau informasi dari BMKG, sebelum memutuskan berlayar," ujar dia.

Syamsudin juga berusaha agar mengambil keputusan dengan tepat sebelum memutuskan kapal berlayar atau tidak. "Kalau kita suruh berlayar, lalu tiba-tiba gelombang tinggi di jalan, maka otomatis kapal akan kembali ke pelabuhan. Kasihan juga kalau sampai kembali kapalnya," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement