Jumat 23 Dec 2022 14:17 WIB

Stabilkan Harga Beras, Pemprov Jatim Gelontor 300 Ton untuk Operasi Pasar

Pemprov Jatim juga menyiapkan 40 ribu liter minyak goreng, dan 30 ton gula.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolandha
Seorang karyawan mengambil produk beras pada rak penyimpanan sembako di platform penjualan iPangananDotCom di gudang Perum Bulog di Tambak Aji, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan natal dan tahun baru 2023.
Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat
Seorang karyawan mengambil produk beras pada rak penyimpanan sembako di platform penjualan iPangananDotCom di gudang Perum Bulog di Tambak Aji, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan natal dan tahun baru 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan natal dan tahun baru 2023. Plt Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jawa Timur, Iwan menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggencarkan operasi pasar, yang sebenarnya telah digelar sejak akhir September 2022. Ia pun meminta masyarakat tidak panik terkait ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok.

Iwan menjelaskan, stok bahan pokok yang disiapkan untuk Natal antar lain 300 ton beras, 40 ribu liter minyak goreng, dan 30 ton gula. Berbagai kebutuhan pokok tersebut akan dijual melalui operasi pasar yang digelar di 25 pasar tradisional di Jawa Timur. "Harapannya, tidak ada kelangkaan barang kebutuhan pokok pada natal dan tahun baru," ujarnya, Jumat (23/12/2022).

Baca Juga

Dirut BUMD PT Jatim Graha Utama (JGU) Mirza Muttaqien, selaku pelaksana program menjelaskan, operasi pasar yang digelar mendapat respons sangat baik dari masyarakat. Hal itu terbukti dari penjualan bahan kebutuhan pokok melalui program tersebut yang diakuinya cukup besar.

Ia merinci, semenjak operasi pasar dilaksanakan, jumlah beras terjual mencapai 1.300 ton. Kemudian minyak goreng mencapai 435 ribu liter, gula 281 ribu kilogram, bawang merah 3.000 kilogram, dan cabe rawit 7 kuintal lebih. "Jumlah itu dipastikan bakal bertambah. Sebab, program masih berlangsung dan kebutuhan masyarakat cukup besar," ujarnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim sengaja digelar sebagai bagian dari upaya Pemprov Jatim mengendalikan inflasi. Kegiatan tersebut juga sebagai upaya menstabilkan harga bahan pokok, meningkatkan daya beli masyarakat, membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM.

Pasar-pasar yang menjadi lokasi operasi pasar adalah Pasar Mangli dan Pasar Kreongan di Kabupaten Jember; Pasar Jajag, Pasar Genteng 1, Pasar Blambangan, Pasar Rogojampi, dan Pasar Banyuwangi di Kabupaten Banyuwangi; Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal di Kabupaten Sumenep; serta Pasar Besar, Pasar Belimbing, dan Pasar Dinoyo di Kota Malang. 

Kemudiam Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, Pasar Pucang Anom, Pasar Soponyono di Kota Surabaya; Pasar Wonoasih dan Pasar Baru di Kota Probolinggo; Pasar Setono Betek dan Pasar Pahing di Kota Kediri; serta Pasar Sleko dan pasar Besar di Kota Madiun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement