Rabu 21 Dec 2022 16:14 WIB

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Garut Alami Kenaikan

Harga bahan pokok yang mengalami kenaikan seperti bawang putih dan telur.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha
Pedagang telur ayam menunggu pembeli di kiosnya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (21/12/2022).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pedagang telur ayam menunggu pembeli di kiosnya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (21/12/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Ciawitali Guntur, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (21/12/2022). Sidak itu dilakukan untuk meninjau harga kebutuhan pokok, khususnya jelang momen Natal dan tahun baru (Nataru).

Menurut Nurdin, sidak itu dilakukan untuk meninjau fluktuasi harga komoditas di pasaran. Berdasarkan hasil peninjauannya, ia mengungkapkan terdapat kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok. Namun, ada juga penurunan harga komoditas lain di pasaran.

Baca Juga

“Ini kenyataannya kita temui di lapangan, misalnya daging ayam sekarang mengalami kenaikan dari Rp 30 ribu per kilogram, sekarang naik (jadi) 32 (ribu),” kata dia, Rabu (21/12/2022).

Selain itu, harga komoditas yang mengalami kenaikan adalah bawang putih dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Harga telur ayam juga mengalami kenaikan dari Rp 29 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. 

 

Meskipun begitu, Nurdin, harga cabai merah mengalami penurunan signifikan, yaitu dari Rp 25 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Selain itu, bawang merah juga mengalami penurunan harga dari Rp 24 ribu menjadi Rp 17 ribu per kilogram. 

“Nah kemudian juga cabai rawit turun dari Rp 37 ribu menjadi Rp 31 ribu jadi hampir Rp 6.000. Penurunannya cukup signifikan," ujar Nurdin. 

Ia menerangkan, penurunan harga tersebut diakibatkan saat ini sejumlah komoditas telah panen raya. Alhasil, ketersediaan stok cukup tinggi dan menyebabkan harga yang relatif lebih rendah.

Dalam rangka menekan inflasi, Nurdin mengungkapkan, pihaknya sudah memiliki rencana terkait beberapa langkah yang akan dilakukan, seperti subsidi untuk beberapa komoditas. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Ketahanan Pangan telah berinisiasi untuk mengajak masyarakat melakukan penanaman tanaman cepat panen.

Sementara itu, salah seorang pedagang beras, Asep (43 tahun), mengungkapkan, saat ini harga maupun stok beras masih dalam kondisi normal. Ia menyebutkan, beras di Pasar Ciawitali dijual dengan harga paling murah Rp 10 ribu per kilogram dan paling mahal Rp 12 ribu per kilogram.

“Daya beli sedang lah normal, pasokan beras normal stabil lah, (harapan) banyak konsumen, banyak yang beli, (harga) beras turun paling juga, kalau turun kan modalnya gak besar kan kecil,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement