Jumat 16 Dec 2022 00:50 WIB

Perbaikan Jembatan Cirahong Akan Rampung Tiga Hari Lagi

Usia Jembatan Cirahong sudah sekitar 129 tahun

Rep: bayu adji p/ Red: Hiru Muhammad
Sejumlah pengendara roda dua melintasi bagian bawah Jembatan Cirahong, yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis, Senin (30/8).
Foto: Republika/Bayu Adji P.
Sejumlah pengendara roda dua melintasi bagian bawah Jembatan Cirahong, yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis, Senin (30/8).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) masih terus melakukan pekerjaan perbaikan atau perawatan di Jembatan Cirahong, yang menghubungkan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis. Pekerjaan itu diperkirakan akan rampung dalam tiga hari ke depan.

Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Mahendro Trang Bawono, mengatakan, saat ini pekerjaan perbaikan masih dilakukan. Ia menjelaskan, perbaikan jembatan itu meliputi plat buhul pertambatan angin, siku pemikul melintang bawah, penggantian siku pertambatan angin, dan paku sumbat keropos.

Baca Juga

"Saat ini kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian. Diperkirakan tiga hari ke depan selesai pengerjaan," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Kamis (15/12/2022).

Berdasarkan catatan Republika, pekerjaan itu mulai dilakukan sejak awal November 2022. Semula, PT KAI berencana menutup akses lalu lintas kendaraan bermotor di bagian bawah jembatan selama proses perbaikan. Namun, akses lalu lintas kendaraan bermotor tak jadi ditutup, lantaran tak pekerjaan bisa dilakukan tanpa membuka alas kayu yang biasa digunakan kendaraan melintas.

Perawatan itu merupakan hal yang lumrah dilakukan, mengingat usia Jembatan Cirahong sudah sekitar 129 tahun. Kemungkinan, interval masa perawatan ke depannya juga akan makin berkurang. Perawatan juga direncanakan akan dilakukan setiap tahunnya.

Menurut Mahendro, setelah perbaikan selesai, jembatan itu akan kembali bisa dilintasi oleh kendaraan bermotor dengan normal. Namun, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas jembatan tersebut."Kendaraan roda empat tetap tidak boleh. Hanya diperbolehkan roda dua saja, Pak," kata dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement