Selasa 06 Dec 2022 17:33 WIB

Kenaikan Harga Bahan Pangan Mulai Terjadi di Dua Pasar Jakarta Pusat

Harga cabai rawit merah dan hijau yang semula Rp 35 ribu kg kini menjadi Rp 50 ribu.

Pedagang melayani pembeli di tengah naiknya harga-harga komoditas seperti cabai, telur dan lainnya (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Pedagang melayani pembeli di tengah naiknya harga-harga komoditas seperti cabai, telur dan lainnya (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan harga bahan pangan seperti sayuran dan kebutuhan pokok lainnya secara signifikan mulai terjadi di dua pasar Jakarta Pusat, menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Salah satu pedagang sayur di Pasar Serdang, Kecamatan Kemayoran, Acih di Jakarta, Selasa (6/12/2022) mengatakan, beberapa barang dagangannya mengalami kenaikan dan salah satu yang paling terasa adalah harga cabai.

"Hari ini, harga cabai rawit merah dan hijau yang semula Rp 35 ribu per kilogram (kg) kini melonjak hingga Rp 50 ribu per kg. Telur ayam sebelumnya Rp 25 ribu per kg, kini menjadi Rp 30 ribu per kg," kata Acih.

Baca Juga

Acih mengungkapkan, akibatnya, omzet penjualan kini turun hingga 30 persen karena berimbas pada berkurangnya jumlah pembeli. "Sejak harga-harga naik, pasar ini mulai sepi pembeli dan pembeli juga banyak yang mengeluh," ujarnya.

Acih memperkirakan kenaikan harga ini karena tingginya permintaan atau tetap, tetapi pasokan berkurang karena memasuki musim hujan sehingga panen terbatas dan lainnnya. "Harapan saya pemerintah mempunyai solusi untuk menekan harga agar memudahkan pedagang dan pembeli," ucapnya.

Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Cikini Suci mengungkapkan harga cabai dan jengkol mengalami kenaikan cukup tinggi hampir 50 persen.

"Cabai merah keriting yang Rp 20 ribu per kg, sekarang jadi Rp 35 ribu atau naik Rp 15 ribu, cabai rawit hijau, tadinya Rp 25 ribu menjadi Rp 50 ribu. Selanjutnya bawang merah biasanya Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu, sekarang menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu. Untuk jengkol tadinya Rp 20 ribu sekarang Rp 40 ribu," ucap Suci.

Suci mengatakan kenaikan harga diakibatkan musim penghujan dan petani mengalami kebanjiran dan tidak dapat memetik hasil panen. "Selain musim penghujan dan banjir, kenaikan harga juga dipicu karena tingginya permintaan menjelang akhir tahun," ungkapnya.

Pedagang sayur lainnya, Adi mengatakan per hari ini terjadi kenaikan harga jualnya. "Untuk harga sayur sawi, sebelumnya Rp 8 ribu per ikat sekarang Rp 12 ribu. Dan tomat sebelumnya Rp 18 ribu per kg kini menjadi Rp 20 ribu per kg," kata Adi.

Adi juga mengungkapkan faktor yang membuat harga naik yaitu kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan sehingga hasil panen menjadi lebih terbatas dan sedikit. "Harapan saya semoga pemerintah mempunyai solusi dan kembali menurunkan harga ini," imbuhnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement