Selasa 15 Nov 2022 14:22 WIB

Jokowi Ingin Rehat Usai 2024, Ini Respons Politikus Senior Gerindra

Keputusan rehat berada di tangan Jokowi.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Joko Widodo
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku ingin rehat usai 2024 dan kembali ke Solo, Jawa Tengah. Menurutnya, itu merupakan keputusan yang berada di tangan Jokowi sendiri.

"Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah rencana beliau sesudah 2024. Namun apapun itu kita serahkan kepada beliau yang akan menjalani sesudah 2024," ujar Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Baca Juga

Di samping itu, tidak ada payung hukum atau undang-undang yang melarang presiden yang habis masa jabatnya untuk rehat dari perpolitikan Indonesia. Sehingga, ia mengapresiasi pernyataan Jokowi yang sudah memiliki rencana pribadinya usai tak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.

"Tidak juga batasan-batasan di dalam undang-undang yang mengatur bahwa presiden yang sudah selesai masa jabatan itu kemudian tidak boleh beraktivitas," ujar Dasco.

 

"Ya kita apresiasi apa yang disampaikan Pak Jokowi, namun apakah itu kita lihat perkembangan keadaan dan situasi serta 2024 tentunya kan gitu," sambung Wakil Ketua DPR itu.

Sebelumnya, Jokowi mengungkap rencana rehat setelah 2024. Jokowi mengatakan akan balik ke kota asalnya Solo, Jawa Tengah. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara khusus dengan The Economist yang ditayangkan di Youtube pada Minggu (13/11/2022).

Untuk diketahui, Jokowi akan menyelesaikan jabatannya sebagai presiden pada 2024 setelah menjabat selama dua periode. Jokowi mengaku akan kembali ke kampung halamannya dan ingin kembali sebagai rakyat biasa. "Saya akan kembali ke kota saya, Solo. sebagai rakyat biasa," ujar Jokowi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement