Senin 14 Nov 2022 19:14 WIB

Program TMMD Terintegrasi Jadikan Asa Warga Telaga Luhur Menjadi Nyata

Kepala Desa Telaga Luhur mengapresiasi komitmen Kodim 0602/Serang menjalankan TMMD.

Salah satu hasil program TMMD Kodim 0602/Serang di Desa Telaga Luhur, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten.
Foto: Dok Kodim Serang
Salah satu hasil program TMMD Kodim 0602/Serang di Desa Telaga Luhur, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Udara dingin menyapa pagi, sahut menyahut suara ayam berkokok membangunkan setiap mata yang terlelap sekaligus pertanda matahari mulai menyinari bumi. Embun yang sedari malam bergantungan di dedaunan mulai berguguran, tetapi tidak dengan harapan karena sejatinya hal tersebut digantung setinggi langit.

Pagi itu, suasana sejuk seolah menusuk daging hingga ketulang-belulang. Seteguk kopi pantasnya menjadi teman yang menghangatkan. Setelah seteguk seruputan kopi itu, dari kejauhan, terlihat sekelompok tubuh berbadan tegap memasuki Desa Telaga Luhur yang menyuguhkan hawa dingin.

Mereka mengenakan atribut lengkap, mulai baret, seragam serta membawa perlengkapan perang. Beberapa pasukan elite itu kian mendekat, mereka mempunyai misi-visi operasi khusus di bawah komando pimpinan.

Setelah beberapa saat diperhatikan dengan seksama, ternyata mereka adalah personel Kodim 0602/Serang, Yonzipur, dan Cakra Kostrad yang membawa senjata berupa cangkul, wagon, dan 'perlengkapan perang' lainnya. Adapun ‘perlengkapan perang’ itu semata-mata untuk menjalankan tugas mulia yang telah diprogramkan dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 tahun 2022.

Alat perang yang dibawa tim khusus tersebut tidak digunakan untuk menyerang musuh atau benteng pertahanan lawan, tetapi digunakan untuk kemajuan dan mewujudkan cita-cita yang telah lama diidamkan warga. Program TMMD Kodim 0602/Serang diketahui menjadi kegiatan yang bakal menunjang semua aspek kehidupan masyarakat.

Karena dengan peningkatan infrastruktur akan mendorong roda perekonomian, yang berdampak baik pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, maupun sosial masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa saat pembukaan TMMD Kodim 0602/Serang, di Lapangan Desa Telaga Luhur, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (11/10/2022).

Pandji mengatakan, peningkatan infrastruktur merupakan kegiatan prioritas pembangunan yang dilaksanakan oleh Kabupaten Serang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sendiri mendukung anggarkan sebesar Rp 1,2 miliar dari APBD 2022. Pandji merasa bangga atas dilaksanakannya kegiatan TMMD Kodim 0602/Serang yang berlokasi di Desa Telaga Luhur tersebut.

Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang, Letkol Arm Fajar Catur Prasetyo menuturkan, pelaksanaan TMMD ke-115 menjalankan beberapa program sasaran. Di antaranya, betonisasi jalan sepanjang meter dengan lebar 2,5-4 meter sebanyak dua titik, tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 115 meter dengan kedalaman 0,7-1,2 meter .

Selanjutnya pembangunan MCK, gorong-gorong, rumah tidak layak huni (RTLH), bakti sosial (baksos), dan kegiatan lainnya. "Pelaksanaan TMMD ke 115 yang dilakukan oleh Kodim Serang merupakan program TNI yang bekerja sama dengan pemda untuk membangun desa, dan meningkatkan infrastruktur di wilayah Kodim 0602/Serang dan diharapkan bisa berdampak positif pada aspek kehidupan masyarakat," ucap Fajar.

Sementara itu, Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi, Brigjen Widjanarko mengatakan, program TMMD yang diadakan sebulan, sebagai dedikasi TNI dalam membangun negeri. Targetnya adalah untuk mensejahterakan masyarakat di desa sasaran.

"TMMD merupakan operasi bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral bersama kementerian atau lembaga pemerintah, pemda, dan komponen masyarakat sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan di wilayah," kata Widjanarko.

Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf (MY), Brigjen Tatang Subarna menuturkan, TMMD sebenarnya merupakan program rutin setiap tahun yang direncanakan melalui musyawarah perencanaan pembangunan. "Titik lokasi dari program TMMD tidak asal tunjuk, tetapi berdasarkan hasil musyawarah yang melibatkan semua stakeholder," ucapnya.

Menurut Tatang, dikarenakan TNI lahir dari masyarakat, tentunya TMMD menjadi metode untuk terus mempererat hubungan dengan masyarakat. Dia menegaskan, setiap program TMMD yang dikerjakan tentunya berdampak bagi perkembangan kehidupan masyarakat.

"Yang lebih penting bagi kami, roh kami adalah hubungan dengan rakyat. Rakyat itu, ibu kandung TNI. Jadi kami berharap kegiatan ini bisa menjadi media untuk terus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat," ucap mantan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement