Jumat 11 Nov 2022 12:42 WIB

BPBD Bandarlampung Catat 4 Kecamatan Terdampak Banjir

BPBD Bandarlampung imbau masyarakat tetap waspada dengan potensi banjir

Red: Nur Aini
Banjir, ilustrasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mencatat empat titik di empat kecamatan terdampak banjir pada Rabu (10/11/2022) saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kota setempat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Banjir, ilustrasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mencatat empat titik di empat kecamatan terdampak banjir pada Rabu (10/11/2022) saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kota setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung mencatat empat titik di empat kecamatan terdampak banjir pada Rabu (10/11/2022) saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kota setempat.

"Titik banjir masing-masing ada di Kecamatan Way Halim, Kemiling, Kedamaian dan Rajabasa," kata Pelaksana Tugas BPBD Kota Bandarlampung, Yusnadi Ferianto, di Bandarlampung, Jumat (11/11/2022).

Baca Juga

Dia mengatakan bahwa dari empat titik lokasi banjir tersebut terdapat satu titik yang cukup parah terdampak dan saat ini masih dilakukan penanggulangan pembersihan sisa-sisa banjir. "Berdasarkan laporan tim di lapangan di Jagabaya III, Kecamatan Way Halim, paling parah dengan ketinggian air 50 centimeter, petugas saat ini sedang melakukan penangan setelah banjir," kata dia.

Sementara itu, di tiga lokasinya lagi banjir tidak terlalu parah, sebab saat petugas BPBD datang ke masing-masing lokasi air telah surut. "Rata-rata penyebab banjir masih karena sampah yang menumpuk di kali dan drainase sehingga menyebabkan air meluap ke permukaan," kata dia.

Ia pun mengimbau masyarakat tetap waspada dengan potensi banjir, sebab berdasarkan koordinasi dengan BMKG, mereka memprediksi adanya peningkatan curah hujan hingga beberapa hari mendatang. "Kami selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada serta menyiagakan personel agar dapat cepat tanggap dalam penanggulangan bencana," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement