Senin 07 Nov 2022 04:00 WIB

86 Pasien RSUD Abdul Azis Singkawang Dipindahkan Akibat Banjir

Banjir yang terjadi di kota Singkawang kembali masuk ke bangsal rumah sakit.

Sejumlah warga berjalan melintasi banjir yang merendam Rumah Sakit Umum Daerah dr Abdul Aziz di Jalan dr Sutomo, Kelurahan Pasiran, Kota Singkawang, Kalimantan Barat (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Reza Novriandi
Sejumlah warga berjalan melintasi banjir yang merendam Rumah Sakit Umum Daerah dr Abdul Aziz di Jalan dr Sutomo, Kelurahan Pasiran, Kota Singkawang, Kalimantan Barat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Sebanyak 86 pasien di RSUD Abdul Azis Singkawang, Kalimantan Barat kembali dipindahkan ke tempat yang aman. Pemindahan dilakukan karena banjir yang terjadi di kota itu kembali masuk ke bangsal pasien.

"Hujan deras yang terjadi di Kota Singkawang sejak Sabtu (6/11) malam mengakibatkan beberapa ruas jalan tergenang banjir. Salah satunya di Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang dan akibatnya, puluhan pasien pun terdampak banjir lantaran air masuk ke ruang bangsal," kata Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Achmad Hardin di Singkawang, Ahad (6/11/2022).

Baca Juga

Dia mengatakan, ketinggian air mencapai 10 centimeter yang menggenangi beberapa ruangan seperti bangsal anak, bangsal bedah, penyakit dalam, VIP dan ruang ISO.

Dari kondisi tersebut, sebanyak 86 pasien terdampak banjir, dengan rincian 30 pasien di ruang penyakit dalam, 22 pasien di ruang anak, 22 pasien di ruang bedah, tujuh pasien di ruang VIP dan lima pasien di ruang ISO.

"Jadi total pasien yang terkena banjir ada sebanyak 86 pasien, dengan rincian 39 laki-laki dan 47 perempuan," kata Hardin.

Meski demikian, hal tersebut tidak sampai membuat pasien harus dievakuasi. "Tidak ada pasien yang dievakuasi, karena air sudah mulai berangsur surut," katanya.

Kemudian, kata Hardin ruangan lain yang terkena banjir yaitu ruang HD, laboratorium, ruang gizi, CSSD dan IPSRS. "Saya berharap intensitas curah hujan tidak lagi tinggi, sehingga banjir segera surut. Dan pelayanan bisa kembali berjalan normal," tuturnya.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement