Sabtu 05 Nov 2022 00:46 WIB

Maybank Indonesia Perluas Jaringan Bisnis di Surabaya

Hingga September, laba Sebelum Pajak Maybank tercatat sebesar Rp1,48 triliun

Rep: dadang kurnia/ Red: Hiru Muhammad
PT Bank Maybank Indonesia, Tbk (BNII) meresmikan Kantor Cabang Induk (KCI) Regional Jawa Timur yang berpusat di Jalan Jembatan Merah, Surabaya, Jumat (4/11). Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria berharap, kehadiran KCI Jawa Timur dapat mengakomodasi nasabah dalam bertransaksi atau pun mengakses layanan finansial lainnya.
Foto: istimewa
PT Bank Maybank Indonesia, Tbk (BNII) meresmikan Kantor Cabang Induk (KCI) Regional Jawa Timur yang berpusat di Jalan Jembatan Merah, Surabaya, Jumat (4/11). Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria berharap, kehadiran KCI Jawa Timur dapat mengakomodasi nasabah dalam bertransaksi atau pun mengakses layanan finansial lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--PT Bank Maybank Indonesia, Tbk (BNII) meresmikan Kantor Cabang Induk (KCI) Regional Jawa Timur yang berpusat di Jalan Jembatan Merah, Surabaya, Jumat (4/11). Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria berharap, kehadiran KCI Jawa Timur dapat mengakomodasi nasabah dalam bertransaksi atau pun mengakses layanan finansial lainnya.

Taswin menjelaskan, sepanjang 2022, tepatnya hingga September, kinerja keuangan perusahaan cukup baik. Dimana Laba Sebelum Pajak Maybank tercatat sebesar Rp 1,48 triliun dan Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Non-Pengendali (PATAMI) mencapai Rp1,06 triliun. "Posisi ini relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dimana laba bersih yang berhasil dicapai sebesar Rp1,08 triliun," kata Taswin.

Baca Juga

Laba sebelum pajak yang diraih Maybank utamanya didukung penyaluran kredit yang mengalami peningkatan seiring perekonomian Indonesia yang terus membaik, meskipun dibayangi volatilitas pasar global. Tercatat, total pembiayaan yang disalurkan Maybank tumbuh mencapai 12,8 persen."Yaitu dari Rp 98,78 triliun tahun lalu menjadi Rp111,45 triliun,” ujar Taswin.

Taswin melanjutkan, untuk jumlah nasabah secara nasional sudah mencapai 1,6 juta nasabah. Setiap tahunnya perusahaan menargetkan pertumbuhan nasabah sebasar 10 hingga 15 persen. Taswin menyatakan, pihaknya akan selalu disiplin dalam menjaga likuiditas dan permodalan perusahaan.

"Dan di saat yang sama melanjutkan upaya untuk mendorong pertumbuhan bisnis melalui peningkatan produktivitas di seluruh segmen bisnis utama kami, serta transformasi digital," kata Taswin.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement