Selasa 01 Nov 2022 19:36 WIB

Pelaku Pembunuhan Anak di Depok Sebut Korban Sebagai 'Setan'

Pelaku sempat meminta maaf dan menitipkan anaknya yang paling kecil ke bang Heru.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Teguh Firmansyah
Tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan anak di RT 3, RW 8, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Seorang anak meninggal setelah dianiaya ayah kandungnya pada Selasa (1/11) pagi.
Foto: Republika/Alkhaledi kurnialam
Tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan anak di RT 3, RW 8, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Seorang anak meninggal setelah dianiaya ayah kandungnya pada Selasa (1/11) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Tersangka pembunuhan anak dan penganiayaan istri berinisial RN di Kelurahan Jatijajar, Depok, Jawa Barat, sempat menyebut anak dan istrinya yang menjadi korban, sebagai 'setan' setelah melakukan perbuatannya. Perkataan itu diucapkan RN kepada paman pelaku, Bang Heru, yang juga saksi, saat hendak menyelamatkan para korban.

"Sudah saya matiin dua orang setannya. Tinggal satu lagi (anak lainnya yang tidak dianiaya). Itu kata pelaku menurut bang Heru yang merupakan saksi," kata Ketua Rt 3 RW 8 Kelurahan Jatijajar, Edi Kusnadi, Selasa (1/11/2022).

Baca Juga

Edi menuturkan, ia dan beberapa warga lain mendatangi rumah yang ditinggali pelaku dan juga merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai ada laporan pembunuhan sekitar pukul 05.00 WIB. Adapun saksi telah terlebih dahulu mendatangi lokasi penganiayaan.

Saat ia dan warga lain mendatangi lokasi, keadaan rumah sudah penuh bercak darah dan dua korban tergeletak berdampingan. Korban berinisial KPC yang berusia 13 tahun ditemukan sudah meninggal dan korban NI atau istri pelaku masih merintih kesakitan, tapi sudah berlumuran darah.

"Sempat minta maaf ke bang Heru, sampai dipeluk. Dia bilang nitip anaknya yang paling kecil," jelas Edi.

Menurutnya, kondisi pelaku saat ditemui di TKP usai melakukan penganiayaan seperti orang linglung. Sementara korban NI atau istri pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit oleh masyarakat.

"Kalau motifnya saya kurang tahu, karena infonya memang suka cekcok. Ada juga yang bilang cemburu juga katanya begitu. Cuman saya nggak tahu motif sebenarnya itu, cuma ada kabar dari tetangganya saja," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement