Senin 24 Oct 2022 20:28 WIB

Ketum DMI: Renovasi Masjid JIC Ditargetkan Kelar dalam 6 Bulan

Kubah Masjid JIC rubuh akibat kebakaran yang melanda pada Rabu

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Sebuah foto yang diambil dengan drone menunjukkan kubah Masjid Agung Jakarta Islamic Center yang runtuh di Jakarta, Indonesia, 21 Oktober 2022. Kubah masjid terbakar dan runtuh selama pekerjaan renovasi pada 19 Oktober. Islamic Center Jakarta dibuka untuk umum pada tahun 2003, dibangun di daerah yang dulunya adalah tempat prostitusi, yang secara lokal dikenal sebagai Kramat Tunggak.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Sebuah foto yang diambil dengan drone menunjukkan kubah Masjid Agung Jakarta Islamic Center yang runtuh di Jakarta, Indonesia, 21 Oktober 2022. Kubah masjid terbakar dan runtuh selama pekerjaan renovasi pada 19 Oktober. Islamic Center Jakarta dibuka untuk umum pada tahun 2003, dibangun di daerah yang dulunya adalah tempat prostitusi, yang secara lokal dikenal sebagai Kramat Tunggak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) meninjau kondisi terkini Jakarta Islamic Centre (JIC). Dalam kunjungannya itu, JK menargetkan agar dalam enam bulan Masjid JIC sudah direnovasi. 

Dalam peninjauan tersebut, JK didampingi Ketua DMI DKI Jakarta Ma’mun Al Ayubi, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta KH M Subki, serta Kepala Sekretariat PPPIJ, Zulkifli Said. 

Baca Juga

“Masjid ini sangat luar biasa, kompleksnya yang sangat luas, dan kegiatannya juga luar biasa. Jadi sebaiknya direhabilitasi secepat-cepatnya,” kata JK dalam siaran pers humas JIC, Senin (24/10/2022). 

Berdasarkan hasil kunjungan itu juga, JK bersama DMI DKI Jakarta serta pengurus Masjid JIC membahas banyak hal bagaimana proses rehabilitasi dilakukan. Menurut JK, semua pihak harus berkolaborasi untuk melakukan perbaikan Masjid JIC. 

“Tentu saja pemerintah daerah setempat akan memfasilitasi, sebab ini adalah milik Pemda, juga melibatkan masyarakat serta pengurus,” kata Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut. 

Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ), KH Muhammad Subki, menegaskan, aktivitas peribadatan dan agenda kegiatan di Jakarta Islamic Centre tetap berjalan sesuai agenda yang telah direncanakan, setelah peristiwa kebakaran pada kubah masjid. 

“Insya Allah semua kegiatan yang sudah direncanakan, baik kegiatan yang sifatnya rutin maupun kegiatan yang sifatnya event Insya Allah semua kegiatan bisa dilaksanakan dan berlangsung secara normal,” ujar Kiai Subki.  

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) terbakar hebat pada Rabu (19/10/2022) sore. Video dan foto-foto kebakaran Masjid JIC beredar luas di media sosial sehingga menjadi viral dan disorot banyak warganet.

Humas JIC, Paimun Karim mengatakan kebakaran terjadi setelah sholat Ashar sekitar pukul 15.15 WIB dan api pertama kali membakar dari sisi Barat kubah Masjid JIC.

Angin yang bertiup kencang saat kejadian, dengan cepat membakar bagian lain dari badan kubah Masjid sehingga dalam waktu kurang lebih setengah jam, kubah utama Masjid Raya JIC roboh ke lantai dua dan reruntuhannya juga sampai ke lantai satu bangunan Masjid.

"Cepatnya runtuh kubah juga mungkin disebabkan oleh beratnya beban 12 buah lampu kipas khas Betawi dengan berat 1 ton," kata Paimun Karim dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (19/10/2022).

Untuk mengatasi kebakaran Masjid JIC, Paimun mengatakan ada delapan mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari unit pemadam Jakarta Utara. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 17.00 WIB.

Kebakaran diklaim telah bisa dikendalikan sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya seperti Gedung Sosial Budaya dan Gedung Bisnis.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement