Jumat 21 Oct 2022 19:21 WIB

Muhammadiyah dan NU Dukung Bersih-Bersih Polri dari Judi dan Narkoba

Tindakan tegas harus dilanjutkan dengan membongkar dari hulu sampai hilir.

Rep: Amri Amrullah / Red: Joko Sadewo
Petugas kepolisian membawa tersangka bandar besar judi online jaringan Jakarta Elvan Adrian (tengah) setibanya dari Kamboja di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (15/10/2022).
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Petugas kepolisian membawa tersangka bandar besar judi online jaringan Jakarta Elvan Adrian (tengah) setibanya dari Kamboja di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (15/10/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendukung langkah Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo yang melakukan bersih-bersih di internal Polri, sekaligus memberantas sindikat judi baik online atau darat. Muhammadiyah juga mendukung dan mengapresiasi langkah Kapolri yang membongkar jaringan narkoba hingga ke oknum polri.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyebut pihaknya mengapresiasi langkah Kapolri yang menindak tegas jajaran kepolisian yang terlibat dalam berbagai tindakan kejahatan. "Banyaknya tindak kriminal yang dilakukan oleh elit kepolisian dan berbagai tindakan kekerasan oleh jajaran kepolisian hanyalah puncak gunung es dari buruknya moralitas dan integritas di tubuh kepolisian," kata Abdul Mu'ti, Jumat (21/10/2022).

Karena itu, menurut dia, menindak tegas mereka yang bersalah tidaklah cukup untuk membangun citra kepolisian dan mengembalikan kembali kepercayaan masyarakat. Mu'ti menekankan yang diperlukan adalah tidak sekedar tegas, namun butuh keberanian membongkar semua itu baik dari hilir hingga hulu.

"Kapolri harus terus mengintensifkan pembinaan profesionalisme dan integritas moral seluruh jajaran kepolisian. Hal demikian dilakukan dari sejak proses rekruitmen, pengembangan karir, dan promosi jabatan. Promosi harus berbasis meritokrasi yang adil sehingga tidak menimbulkan masalah internal dan "gang" antar kelompok," tegas Mu'ti.

Hal yang sama disampaikan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj. Said mengatakan publik masih mempercayai polri, terutama masih banyak polisi yang baik di berbagai daerah. Akan tetapi bila ditemukan adanya oknum polri yang berbuat kejahatan, tentu perlu ditindak tegas.

"Karena itu kita mendukung penuh langkah-langkah perbaikan di tubuh Polri," ujar Said Aqil.

Diakui Said yang juga Anggota BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), pemberantasan jaringan dan sindikat judi serta narkoba memang tidaklah mudah. Karena itu ia berpesan kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Polri harus kompak dan bekerjasama dalam upaya membersihan institusi ini, demi mengembalikan kepercayaan publik.

"Agar masyarakat kembali percaya penuntasannya harus dilakukan secara benar dan jangan ada yang ditutup-tutupi. Bila itu dilakukan saya yakin Polri akan kembali mendapat kepercayaan publik kembali," tegasnya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement