Rabu 19 Oct 2022 20:48 WIB

7 Ribu KK Terancam Abrasi di Pasaman Barat

Pembangunan sea wall Pantai Sasak dapat selesai pada tahun 2023.

Rep: Febrian Fachri / Red: Ilham Tirta
Abrasi pinggir pantai/ilustrasi
Foto: Walhi
Abrasi pinggir pantai/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PASAMAN BARAT -- Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatra Barat, Zulkenedi Said mengatakan, ada tiga jorong di sepanjang Pantai Sasak, Kabupaten Pasaman Barat yang terancam abrasi pantai. Tiga jorong itu adalah Jorong Pasa Lamo, Jorong Pondok, dan Jorong Padang Halaban.

"Jumlah penduduk yang bermukim pada daerah itu sebanyak lebih kurang 7.000 Kepala Keluarga," kata Zulkenedi, Rabu (19/10/2022).

Baca Juga

Untuk mengantisipasi hal itu, Zulkenedi berharap pembangunan sea wall (dinding pemecah ombak) Pantai Sasak dapat selesai pada tahun 2023. Ia meyakini adanya pemecah ombak dapat mencegah abrasi dan mengamankan ribuan penduduk di Kawasan Pantai Sasak.

Dia mengatakan, pembangunan Sea Wall Pantai Sasak ini masuk dalam program Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumbar tahun 2022. Selain untuk mencegah abrasi pada pemukiman masyarakat, juga akan melindungi objek wisata Pantai Muara Tanjung Pohon Seribu.

Zulkenedi menyebut, pada tahun 2021 lalu, Kabupaten Pasaman Barat terkena banjir bandang. Di mana debit air yang tinggi tidak tertampung oleh muara Sungai Batang Kampar dan Sungai Batang Ampu. Akibatnya, luapan banjir berimbas ke Pantai Pohon Seribu.

Sehingga pengikisan pun terjadi pada bibir pantai sepanjang 3 KM. Begitu juga beberapa rumah warga dan satu unit rumah ibadah ikut terbawa arus akibat abrasi.

Ia menilai muara dua sungai itu akan dilakukan penguatan. Untuk itu, lanjut Zulkenedi, butuh komitmen Pemprov dalam penyelesaian proyek ini.

"Diharapkan Dinas PSDA tetap menganggarkan untuk kelanjutan pembangunan pada 2023 karena sangat berisiko terhadap masyarakat dan kelangsungan objek wisata potensial Kabupaten Pasaman Barat," kata dia.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement