Jumat 14 Oct 2022 16:18 WIB

RSUD Tulungagung Sediakan Perpustakaan Mini di Ruang Tunggu Pasien

Perpustakaan mini di RSUD Tulungagung untuk menumbuhkan minat baca masyarakat

Red: Nur Aini
Perpustakaan, ilustrasi. RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, menyediakan perpustakaan mini di delapan titik ruang tunggu pasien.
Foto: Universitas Nusa Mandiri
Perpustakaan, ilustrasi. RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, menyediakan perpustakaan mini di delapan titik ruang tunggu pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, menyediakan perpustakaan mini di delapan titik ruang tunggu pasien. Hal itu untuk mendukung program pemerintah dalam menumbuhkan minat baca masyarakat yang saat ini dinilai masih rendah.

Humas RSUD dr. Iskak Tulungagung, Mohammad Rifai di Tulungagung, Jumat (14/10/2022) menjelaskan perpustakaan mini yang biasa mereka sebut dengan istilah pojok baca atau sudut baca itu disediakan sebagai sarana penunjang bagi pasien maupun keluarga pasien yang sedang antre.

Baca Juga

"Tujuannya selain mengisi waktu sembari menunggu antre, adalah untuk media bagi pengunjung mendapat informasi kesehatan sekaligus menambah wawasan tentang dunia medis. Khususnya yang terkait pelayanan di RSUD dr. Iskak," kata Rifai.

Nyatanya setelah dua tahun lebih dibangun, selalu ada pengunjung maupun pasien rawat jalan yang menyempatkan membaca, baik itu majalah internal RSUD dr. Iskak, buku kesehatan, maupun liflet layanan kesehatan di rumah sakit daerah itu.

Perpustakaan mini tersebut dibuat dengan desain sederhana. Manajemen RSUD dr. Iskak hanya menempatkan beberapa rak buku berukuran 1,5 x 2 meter yang dilengkapi jaringan listrik untuk pengisi daya ponsel dekat lokasi ruang tunggu antrian.

Ada yang di lobi utama masuk rumah sakit, di ruang tunggu apotek, lobi gedung paviliun Graha Hita Husada, Graha Mandiri, maupun dekat ruang tunggu/istirahat keluarga pasien rawat inap.

"Adanya sudut baca ini merupakan upaya kami dalam memberikan edukasi ke masyarakat secara tidak langsung, yakni melalui brosur bacaan dan majalah yang sudah kami sediakan," kata Rifai.

Selain terdapat Majalah Medista dan buku-buku kesehatan, pada sudut baca ini terdapat berbagai macam brosus (leaflet) yang berisi informasi mengenai ragam penyakit yang sering di derita pasien, layanan RSUD dr. Iskak, jenis pemeriksaan, informasi rawat inap maupun rawat jalan.

Terdapat sekitar 157 macam brosur/liflet tentang layanan rumah sakit, prosedur, dan juga ragam penyakit yang kerap diderita masyarakat.

"Dengan adanya sudut baca ini, kami desain seperti halnya perpustakaan mini. Masyarakat dapat membaca rosus yang telah kami sediakan sembari menunggu antrean. Selain itu, brosus yang disediakan ini dapat dibawa pulang untuk ditularkan kepada keluarga di rumah," ujarnya.

Pada setiap Sudut Baca itu juga dilengkapi fasilitas pengisian daya yang dapat diakses 24 jam.

Bramantya, pegiat literasi di Tulungagung menilai, keberadaan perpustakaan mini atau pojok baca di RSUD dr. Iskak menginspirasi pembacanya untuk berliterasi. Setidaknya untuk mendorong minat baca mereka, mendukung program pemerintah menumbuhkan minat baca masyarakat.

Data UNESCO menyebutkan, Indonesia menempati urutan kedua dari bawah soal literasi dunia yang berarti minat baca sangat rendah dengan persentase 0,001 persen. Itu berarti dari 1.000 orang Indonesia hanya satu orang yang rajin membaca.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement